Story cover for DESTINY by xyqli_
DESTINY
  • WpView
    Leituras 448
  • WpVote
    Votos 203
  • WpPart
    Capítulos 9
  • WpView
    Leituras 448
  • WpVote
    Votos 203
  • WpPart
    Capítulos 9
Em andamento, Primeira publicação em set 15, 2021
"Yah, Bun kenapa semua jauhin Aileen?"
"Mereka ga sayang Aileen ya, yah?"
Ucap bocah kecil yang berumur 13 tahun itu.

"Mereka ga jauhin Aileen, mereka juga bukan-nya gasayang sama Aileen, masa aja mereka ga sayang sama kaka mereka, mereka sayang Aileen kok" Ucap ayahnya sambil mengelus pundak anak pertamanya itu.

"Tapi yah, mereka ga mau diajak main sama Aileen" Ucapnya sambil menatap mata ayahnya itu.

Ayah dan bundanya faham betul perasaan Aileen saat ini, sakit? pasti.

Bundanya pun memeluk Aileen penuh sayang. "Maafin bunda ya sayang" Ucapnya berusaha tegar.
________________________________________________

JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAKNYA, THANK YOU~~♡♡
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar DESTINY à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#80destiny
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
F A K E ? [End], de zeevadeva__
58 capítulos Concluída
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Don't Talk About Money, de catheryn99
55 capítulos Concluída
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Constellations From The Room cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
COMPLICATED cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
Sealen cover
RUMAH KECIL ITU by : Plavana cover
F A K E ? [End] cover
Famous Couple cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
Don't Talk About Money cover

Constellations From The Room

6 capítulos Concluída

"Ayara kenapa nilai kamu turun, dulu kakak kamu bisa dapetin juara" "Ayara coba hemat hemat, kamu gak lihat bunda ayah kerja keras" "Uang jajan kamu bunda kurangin" "Coba lihat teman kamu, pintar, rajin lagi" "Kamu gak usah kuliah Ayara, duit bunda gak ada" """Tapi kakak kuliah bund, masa Ayara enggak?""" Aku disini, sendirian, kesepian, di tengah keheningan dan kegelapan Bercerita tentang anak bungsu perempuan yang menanggung semua ekspetasi keluarga nya, ia baru saja menginjak kan kaki nya di umur 16 tahun dan tahun pertama nya di SMA, ia menghadapi banyak keluhan dan kesulitan. Permasalahan keluarga yang membebani nya, ekonomi yang menurun menuntutnya untuk lebih dewasa, merasa kesepian di rumah dan bersaing dengan umur kedua orang tuanya. Tidak hanya itu ia juga mengalami kesulitan di luar rumah, pertemanan yang sulit di jalin kembali, sekolah yang lebih rumit dan lebih menakutkan, dan kisah romansa nya yang tidak pernah berlayar sama sekali. Ia berusaha untuk menata hidup nya kembali, yang terasa sangat berantakan di awal tahun remaja nya, mencari jalan di tengah tengah benang kusut yang tak dapat ia lihat ujungnya. Bagaimana Ayara akan menghadapi nya?? _______________🕊️💚✨🌹