Hurts!

Hurts!

  • WpView
    Reads 1,681
  • WpVote
    Votes 166
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2026
Rasa sakit itu nyata. Seperti ratusan pisau yang menikam tepat di ulu hati saat mengetahui bahwa suaminya sendiri, Giel, telah mengkhianatinya bersama sahabat baiknya sendiri. "Aku hamil, Leon. Anak Giel." Kalimat itu menghancurkan seluruh dunia Leon dalam sekejap. Harapan, cinta, dan rumah yang dibangun bertahun-tahun runtuh seketika. Dengan hati hancur dan membawa kenangan manis sekaligus pedih tentang Irele-buah hati yang telah pergi-Leon memilih mundur. Ia pergi menjauh, meninggalkan kota yang penuh luka. Namun, takdir berkata lain. Di kota asing, Leon bertemu dengan Dominic Rushvanovic. Pria beriris biru yang hangat, tulus, dan hadir untuk menyembuhkan luka yang tak kunjung kering. Saat hati mulai perlahan pulih, bayang-bayang masa lalu kembali datang. Giel sadar telah kehilangan berlian terindah. Penyesalan dan obsesi membawanya kembali mencari Leon. Siapakah yang akan Leon pilih? Cinta lama yang menyakitkan, atau cinta baru yang menenangkan? *** I am still work on it so it'll be slow update
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • EKSKALASI
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Almost Married (END)
  • Define the Relationship

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines