Kita
  • WpView
    Reads 32,640
  • WpVote
    Votes 1,041
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 18, 2024
Cerita tentang aku dan dia yang menjadi kita. Berusaha membuang semua keraguan di antara kita. Rini, seorang mahasiswi yang baru menyelesaikan kuliahnya dan sedang membangun masa depannya. Tanpa sengaja bertemu seorang pria di bar dan terlelap di sebelahnya hingga pagi hari. Ia tidak menyangka kalau kejadian malam itu berujung pada kehamilan. Adam, adalah seorang pria tampan, cakap dalam pekerjaan, tetapi ia seorang 'pemain'. Suatu malam ia bertemu gadis yang membuatnya penasaran. Gadis itu mendatanginya lagi dan mengaku tengah hamil anak Adam. Dengan vonis dokter bahwa ia tak bisa memiliki keturunan, membuatnya jadi ragu akan pengakuan gadis itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear, Mr. Duda
  • Bucin Ala Al [END]
  • Rohis vs Gus Pesantren (Proses Penerbitan)
  • Behind Your Gaze
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • Until I Found You [END]
  • Cinta Gila

Cerita sudah tamat! Sudah tersedia versi Audio Book Pogo ya teman-teman :) Sinopsis, "Biar saya lihat," gumam Pak Adam membuat Alara terperanjat kaget tiba-tiba melihat dosennya sudah ada di sebelahnya. Mata teman-teman Alara kini menatap Alara penasaran. "Apa yang kalian lihat?" tanya Pak Adam dengan suara menggema membuat setiap mahasiswa kembali fokus ke ujian mereka masing-masing. Tak lama, pria itu kembali menatap Alara. "Saya ingin lihat lembar ujian kamu." "S-saya belum selesai, Pak." "Tidak apa-apa. Kemarikan!" titahnya seakan tidak ingin dibantah. Perlahan Alara memberikan kertas tersebut dengan tangan bergetar. Adam menatap lembar jawaban istrinya dengan seksama sebelum mengoyak kertas jawaban itu membuat mata Alara seketika melebar. Ia segera berdiri dan kembali mendapat atensi dari teman-temannya. "Apa yang Bapak lakukan?!" serunya tidak percaya lalu mengutip kembali kertas ujian yang berserakan. Adam mengabaikan seruan Alara lalu menatap setiap mahasiswa yang kini menatapnya takut dan berkata. "Jika sekali lagi saya temukan kalian berbuat curang seperti Alara, tidak satu pun dari kalian yang akan lulus ujian saya." Mata Adam lalu beralih pada Alara yang nyaris menangis di tempat. "Sekarang kamu keluar dari ruangan saya." Lihat saja! Dia tidak akan membiarkan pria itu tidur bersamanya nanti malam. **** Baca, hayati, rasakan, karena ini bukan kisah dengan sejuta konflik. Ya, ini hanya kisah tentang Alara dan Adam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines