Story cover for BUMI DAN MENTARI by raninawangsari
BUMI DAN MENTARI
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Sep 16, 2021
"Kenapa sich, kamu ga pernah mau dengerin aku?"
"Kenapa aku harus dengerin kamu? Emangnya kamu siapa aku? Penting gitu!"
"Emangnya kamu siapa aku? Penting gitu" kalimat yang diucapkan Bumi terngiang ditelingaku. Betapa tidak ada artinya diriku dimatanya. Mentari tidak dapat menyinari Bumi walau sinar Mentari begitu terik, panas membakar, tetap tidak dapat menjangkau seorang Bumi Wicaksana
"Kenapa sich, kamu ga pernah mau dengerin aku?". Memangnya siapa dia, sehingga setiap ucapannya harus aku dengarkan, harus aku turuti. Seorang Mentari tidak bisa menghalangi Bumi. Aku akan mendapatkan apa yang kumau. Bumi tidak akan takluk dengan Mentari. Bumi akan tetap kokoh berdiri walau terik Mentari membakar tubuhku.
Saat Bumi tak lagi berputar mengelilingi Mentari. Saat Mentari bersinar dibelahan Bumi yang lain. Akankah Bumi kehilangan cahaya Mentari? Akankah Mentari mampu bersinar sepanjang hari?
All Rights Reserved
Sign up to add BUMI DAN MENTARI to your library and receive updates
or
#1kemandirian
Content Guidelines
You may also like
Tiga Belas Misi ✔️ by mooniemakeu
43 parts Complete
"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023
You may also like
Slide 1 of 10
Tiga Belas Misi ✔️ cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover
Memories in Moon cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
Binar Matahari cover
My Mr.gajeman (Lengkap Sudah) cover
Epilog Tanpa Prolog cover
CAHYA UNTUK MENTARI cover
Because I'm Stupid (End) cover
HIMMEL; Pada Pertemuan Kedua   cover

Tiga Belas Misi ✔️

43 parts Complete

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023