Story cover for BUMI DAN MENTARI by raninawangsari
BUMI DAN MENTARI
  • WpView
    Leituras 83
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 21
  • WpView
    Leituras 83
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 21
Em andamento, Primeira publicação em set 16, 2021
"Kenapa sich, kamu ga pernah mau dengerin aku?"
"Kenapa aku harus dengerin kamu? Emangnya kamu siapa aku? Penting gitu!"
"Emangnya kamu siapa aku? Penting gitu" kalimat yang diucapkan Bumi terngiang ditelingaku. Betapa tidak ada artinya diriku dimatanya. Mentari tidak dapat menyinari Bumi walau sinar Mentari begitu terik, panas membakar, tetap tidak dapat menjangkau seorang Bumi Wicaksana
"Kenapa sich, kamu ga pernah mau dengerin aku?". Memangnya siapa dia, sehingga setiap ucapannya harus aku dengarkan, harus aku turuti. Seorang Mentari tidak bisa menghalangi Bumi. Aku akan mendapatkan apa yang kumau. Bumi tidak akan takluk dengan Mentari. Bumi akan tetap kokoh berdiri walau terik Mentari membakar tubuhku.
Saat Bumi tak lagi berputar mengelilingi Mentari. Saat Mentari bersinar dibelahan Bumi yang lain. Akankah Bumi kehilangan cahaya Mentari? Akankah Mentari mampu bersinar sepanjang hari?
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar BUMI DAN MENTARI à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#37kemandirian
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
BULAN (END), de iloveyoubyy
34 capítulos Concluída
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Mentari Tanpa Sinar cover
Because I'm Stupid (End) cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Mentari [Completed] cover
Epilog Tanpa Prolog cover
DESPERATE (COMPLETED) ✔ cover
BULAN (END) cover
Kita Dan Bulan Februari [TERBIT] cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover
Memories in Moon cover

Mentari Tanpa Sinar

46 capítulos Concluída

Aku hanya seorang mentari yang kehilangan sinarnya, aku hanya ingin diperhatikan dan diperdulikan sekali saja, tapi mengapa takdir seolah memusuhiku? -Mentari Carramel Kalian selalu berkata "Bentar ya, Mama mau bacain dongeng buat Bulan," "Bentar ya, Papa mau nemenin Bulan tidur," "Bentar ya dek, Abang mau beliin Bulan ice cream," "Bentar ya, Mama takut penyakit Bulan kambuh, Mama mau jagain Bulan dulu, kamu main sendiri dulu ya," AKU KAPANNN!!!!!! SELALU SAJA BULAN BULAN DAN BULAN!!!!! Tapi mengapa setelah aku terbiasa dengan semuanya kalian malah manis kepadaku? sepi adalah sahabatku yang paling setia -Mentari Carramel Dan ini juga tentang Gava yang berstatus sebagai pacar Mentari pun mencintai kembarannya itu. Yang selalu terucap adalah "kamu lihat itu Bulan, dia baik, lemah lembut, penyayang, enggak kasar. Seharusnya kamu contoh kembaran kamu itu Tar," Aku lelah dengan ini semua, kapan kebahagiaan berpihak padaku?