Story cover for BUMI DAN MENTARI by raninawangsari
BUMI DAN MENTARI
  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Sep 16, 2021
"Kenapa sich, kamu ga pernah mau dengerin aku?"
"Kenapa aku harus dengerin kamu? Emangnya kamu siapa aku? Penting gitu!"
"Emangnya kamu siapa aku? Penting gitu" kalimat yang diucapkan Bumi terngiang ditelingaku. Betapa tidak ada artinya diriku dimatanya. Mentari tidak dapat menyinari Bumi walau sinar Mentari begitu terik, panas membakar, tetap tidak dapat menjangkau seorang Bumi Wicaksana
"Kenapa sich, kamu ga pernah mau dengerin aku?". Memangnya siapa dia, sehingga setiap ucapannya harus aku dengarkan, harus aku turuti. Seorang Mentari tidak bisa menghalangi Bumi. Aku akan mendapatkan apa yang kumau. Bumi tidak akan takluk dengan Mentari. Bumi akan tetap kokoh berdiri walau terik Mentari membakar tubuhku.
Saat Bumi tak lagi berputar mengelilingi Mentari. Saat Mentari bersinar dibelahan Bumi yang lain. Akankah Bumi kehilangan cahaya Mentari? Akankah Mentari mampu bersinar sepanjang hari?
All Rights Reserved
Sign up to add BUMI DAN MENTARI to your library and receive updates
or
#24kemandirian
Content Guidelines
You may also like
BULAN (END) by iloveyoubyy
34 parts Complete
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
You may also like
Slide 1 of 10
𝗠𝗲𝗺𝗶 [LENGKAP] ✓ cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
CAHYA UNTUK MENTARI cover
Epilog Tanpa Prolog cover
Mentari [Completed] cover
Binar Matahari cover
Because I'm Stupid (End) cover
My Mr.gajeman (Lengkap Sudah) cover
BULAN (END) cover
In The Sunrise cover

𝗠𝗲𝗺𝗶 [LENGKAP] ✓

24 parts Complete

"namanya juga bumi pasti bakalan nyatu sama tanah." ini adalah sebuah reinkarnasi dari bunda mentari yang mengharapkan mentari mencari rekinarasi seperti suami bunda dahulu. Akankah dia singgah tapi tak sungguh?