We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Virtual

Virtual

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Selasa, 7 September 2021 salah satu hari biasa yang aku lalui dalam hidup ini. Namun tepatnya pada Jam 13.02 WITA di tengah hari dengan panasnya terik matahari, saat aku merebahkan tubuh ini ada sebuah notifikasi masuk dalam salah satu akun media sosial ku yaitu Instagram. Ada sebuah pesan dari orang sudah ku kenal lama. Namanya Annisa Naadhira Humaira seorang teman yang ku kenal 10 Tahun yang lalu. di dalam pesan itu dia menyebutkan Annisa : Zhian Ramadhan akan menikah dengan Nazra Sabira Hilya. Saat itu aku mngernyitkan dahi menyipitkan mata dan berfikir siapa Nazra Sabira Hilya ini?. Sontak saja aku langsung membalas pesannya. Me: Benarkah??? Kapan ?? dan Siapa wanita yang bernama Nazra Sabira Hilya itu??? Ini cerita bukan tentang Aku, Kamu atau pun Dia, Ini cerita tentang Kita. Kita yang tak pernah bertemu namun saling mengenal.
All Rights Reserved
#6
telpon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nasha Hafidzah Tusalwa.
  • Istri Terakhir [END]
  • Secret
  • Menggapai Cintanya ✔ [TAMAT]
  • My Friend Is My Husband♡~ (REVISI)
  • She's Aisyah (COMPLETED)
  • Persimpangan Jalan (END)
  • Maafkann [END]
  • De Beste Imam
  • Halaqoh Cinta | ✅ [SUDAH TERBIT]

Nama saya Nasha. Nasha Hafidzah Tusalwa lebih kurang orang-orang memanggil saya dengan demikian. Saya berusia 20 tahun, saya menemui sosok yang begitu mencintai saya dengan tulus walaupun dia masih mencintai almarhumah istrinya, tapi saya tidak mempermasalahkan akan hal itu. Namun, namanya juga seorang perempuan pasti ada rasa cemburu ketika suaminya membicarakan wanita lain di hadapannya. Bukan itu poin pentingnya, saya belum mencintainya namun dengan ketulusannya pada saya perlahan-lahan cinta itu muncul. Saya menikah dengannya ikhlas tidak ada paksaan apapun. Rumah tangga kami selalu harmonis dengan dibaluti syariat di dalamnya. Ujian menimpa kami ketika seseorang dulu pernah mengaku mencintai saya dia datang lagi dan membuat onar. Karena dia juga saya mengalami terus-menerus ujian berat ini. Demi Allah, saya tidak akan pernah memberikan kehormatan dan kesucian ini pada orang yang tidak halal bagi saya. Yang susah payah saya menjaganya selama ini, keindahan ini hanya untuk mahram saya saja. Tidak akan pernah saya berikan pada orang itu. Walaupun sampai mati pun tidak akan pernah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines