The Louis

The Louis

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 11, 2021
The Louis adalah sebuah geng besar yang terdiri atas 5 orang, tidak brutal namun pandai dalam bela diri, untuk paras? Jangan di tanya lagi kamu tidak akan menemukan serpihan rengginang di dalam kaleng khong guan alias mereka semua nya asli serbuk berlian. Geng besar, pandai berkelahi dan paras yang tampan begitu sempurna bagi mata orang luar, bahkan tidak ada geng lain yang berani mengusik mereka. Akan tetapi sebuah perkara yang menyeret nama geng Levco membuat The Louis mengibarkan bendera perang Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa The Louis mengusik Levco? "Lo inget Naura Liviana? Dia alasan kenapa lo harus waspada, inget satu hal ini, lo terlibat berarti semuanya nggak bakalan gue buat mudah.' (HAPPY READING)
All Rights Reserved
#257
perkelahian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "LOVE AGAIN"
  • Dandelion
  • Tacenda (TIDAK DILANJUTKAN)
  • DAFFODIL
  • OVERDOSE (END)
  • DRABIA [END]
  • LEONE: The Secret Missions [END]
  • Raphael [SELESAI]
  • REPEAT (Noren)

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines