Story cover for CTRL+S by astronotgalau
CTRL+S
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Sep 17, 2021
"Lo suka sama dia?"
"Kayaknya udah ditahap cinta deh."
"Gue harap hati lo kuat hadepin cewek kayak dia."

Vanesha, gadis ambis, ketos, pintar, cantik, penuh pesona, model, kesayangan guru. Siapa yang tidak kenal dia? Cewe terpintar di sekolahnya yang terkenal cuek, galak, taat aturan, dan sangat mengutamakan kedisplinan. Sifatnya yang seperti itu kerap dia tidak disukai oleh teman-temannya.
Hingga saat dimana gadis itu bertemu dengan Michaell, cowok usil, petakilan, tidak tahu malu, multitalent, dan playboy yang sedikit merubah cara berpikir Vanesha.

-------

"CTRL+S, kalau di komputer itu berfungsi buat menyimpan kan? Sama kayak gue yang menyimpan hal apapun tentang Vanes. Lagu ini gue persembahkan buat dia."
All Rights Reserved
Sign up to add CTRL+S to your library and receive updates
or
#463ketos
Content Guidelines
You may also like
GHAVARI  by alghisty_
11 parts Ongoing
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
You may also like
Slide 1 of 10
Treacherous cover
GHAVARI  cover
Essentialy Love (SELESAI) cover
Tomboy Vs Playboy(revisi) cover
SOLITUDES cover
Nuyyessa [END] cover
ARKAN |END| Belum Revisi cover
ARISYI EL QATHYA  cover
Love Is Hindered By Time cover
ARTAN  cover

Treacherous

36 parts Complete

"Tumben amat lo rajin? Gara- gara ada Elia pasti?" protes Justin tidak terima, mereka berempat kan sering dijuluki trouble maker di kelas karena tidak pernah mengerjakan tugas dan selalu buat onar. Paling Cuma numpang nama, tapi kini Justin takjub, Mario ikut kerkom? "Cot, bukan gara- gara Elia. Lo tahu kan gue sekelompok sama Zeva? Ngeri gue di kick sama dia dari kelompok, mana itu cewek kesayangan guru pula. Terus, ya, Elia juga terlibat sih, hehe" Mario menjawab sambil menggaruk kepalanya, karena merasa sangan plin plan dengan omongannya. "Sekate- kate lo, dah, Yo. Ini gue mau tanyain dari lama, sih, lo suka sama Elia? Sampai segitunya? Sampai tiket live lounge SeaShore lo kasihin ke dia padahal lo sendiri juga tahu, gue fansnya SeaShore" Justin memeluk ukulelenya kemudian menatap Mario yang langsung memicing ke arahnya. "Menurut lo aja?" sentak Mario emosi *** "Lo suka Mario, El?" tembak Amel langsung. Mulanya Elia diam tapi kemudian berani menjawab pertanyaan Amel. "Nggak tahu, juga, Mel." *** But their love's treacherous.