CTRL+S
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 17, 2021
"Lo suka sama dia?" "Kayaknya udah ditahap cinta deh." "Gue harap hati lo kuat hadepin cewek kayak dia." Vanesha, gadis ambis, ketos, pintar, cantik, penuh pesona, model, kesayangan guru. Siapa yang tidak kenal dia? Cewe terpintar di sekolahnya yang terkenal cuek, galak, taat aturan, dan sangat mengutamakan kedisplinan. Sifatnya yang seperti itu kerap dia tidak disukai oleh teman-temannya. Hingga saat dimana gadis itu bertemu dengan Michaell, cowok usil, petakilan, tidak tahu malu, multitalent, dan playboy yang sedikit merubah cara berpikir Vanesha. ------- "CTRL+S, kalau di komputer itu berfungsi buat menyimpan kan? Sama kayak gue yang menyimpan hal apapun tentang Vanes. Lagu ini gue persembahkan buat dia."
All Rights Reserved
#270
brightvachirawit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • For Achel
  • Arsyilazka
  • Love Is Hindered By Time
  • ARISYI EL QATHYA
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • SOLITUDES
  • ARTAN
  • KevNess
  • Nuyyessa [END]
  • Teen Unplanned Pregnancy
For Achel

Seorang siswi, dengan rambut yang diikat ekor kuda menggunakan pita berwarna pink itu sedang duduk di sudut tribun sekolah Nusa Bangsa. Salah satu sekolah elit terfavorit sepanjang masa, menggenggam erat tali ranselnya sembari menatap lurus ke lapangan basket sekolah. Pandangan nanar dengan raut wajah sedihnya menggambarkan bahwa ia tidak sedang baik-baik saja. Menarik nafas panjang dan menghempuskannya perlahan, rasanya berat sekali saat melihat laki-laki yang sedang beristirahat di pinggir lapangan itu sedang duduk bersama seorang perempuan. Namanya Marchel si Ketua geng Liniaal yang terkenal seantreo sekolah, wakil ketua osis yang berhasil merebut setengah hatinya. Perasaan Acha benar-benar hancur saat ini. Acha menoleh ke samping saat seseorang menyodorkan sekotak tissu, "Tuan putri Acha, gak boleh sedih atuh" ujar Damian salah satu teman terdekat Marchel yang juga dekat dengannya. *** "Jauhin gue, demi kebaikan lo juga" ujar Marchel setelah keduanya berada di perpustakaan. Acha terdiam, cewek itu tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk merespon perkataan cowok di depannya ini. Setumpuk air pun kembali terbendung dipelupuk mata indahnya, tak lama ia pun mengangguk, meski berat tapi harus tetap kuat. Acha menatap lekat punggung Marchel, cewek itu benar-benar ikhlas sekarang. ... Mau tau kelanjutan cerita Acha dan Marchel? Yuk dibaca jangan lupa follow juga ya. Karena votemu adalah motivasiku untuk rajin menulis♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines