Ein Traum
  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 18, 2024
Ketiga gadis itu terus tertawa pada salah satu meja sebuah kafe, entah apa yang mereka tertawakan. Suasana kafe saat ini lumayan ramai, namun mereka tak menghiraukan sekitar. Sepertinya orang-orang di sekitar mereka juga tak terganggu dengan suara tawa menggelegar ketiga gadis tersebut. "Halu lo terlalu tinggi Ta " ucap salah satu gadis seraya memukul-mukul pundak gadis di sampingnya. Gadis yang di sebut namanya hanya mencibir, padahal mereka juga ikut andil. Tapi mengapa hanya dirinya saja yang di katakan menghalu?. Ingin sekali ia membuang kedua sahabatnya ini ke antartika.huh. # 1_ just a dream
All Rights Reserved
#39
centil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • D U D A
  • SATU DARAH
  • Always, Almost
  • keluarga Andra
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Thats my Love
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Step Mom   |NoMin

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines