Sembuh Dari Luka Yang Tak Biasa

Sembuh Dari Luka Yang Tak Biasa

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Sep 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap orang yang kita temui adalah kisah, entah apa jadinya nanti. Berjalan sesuai rencana atau malah jauh dari praduga sebelumnya. Aku mencintainya, hal-hal yang asyik dan menarik jika membahasnya. Sampai tiba dimana tidak ada lagi cinta yang dulu pernah digadang-gadang akan membuat sebuah dinasti. Merajai hati, sampai tak tersisa hanya timbullah sebuah kecewa. Apa pantas? kita yang pernah mengistiqomahkan doa untuk dikabulkan bersama-sama, tiba-tiba menghentikan doa tersebut dan beralih nama? Semenjak perpisahan itu, tidak ada hati yang biasa saja, apapun perpisahan itu dikhianati atau menghianati akhirnya pasti berbagai rasa, dan aku adalah rasa yang tersakiti. Menekuk lutut tanpa henti, meranggas sejak ditinggalkan. Ditinggalkan dengan alasan yang sama sekali jauh dari prakira. Aku tak meminta menetap, aku hanya ingin memeluk kenangan dengan luka-luka. Mesti tak bisa menjadikan dirimu nama yang sering ku selipkan dalam buku-buku setidaknya masih bisa dikenang di ingatan. Aku, yang detik ini masih merajai kenangan, yang masih merasa hidup dengan bayangan kisah masa silam. Aku, mohon maafkan diriku sendiri.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • TEOLOGI CINTA
  • SASHI
  • ELEGI ASMARA
  • Paket dari Tuhan
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Narasi patah hati
  • Behind the Silence
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • RANNA
  • Antara Jarak Dan Waktu

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman