Proposal Terakhir

Proposal Terakhir

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 8, 2022
Bersamamu adalah keputusan paling menyakitkan yang aku hadapi. // "Woy sinting! gara-gara lo seragam gue basah, sampe gue dimarahin sama anak OASIS gue gampar ya lo!" Alana pun meledak-ledak saat berbicara dengan cowo tersebut Cowo itu kemudian menoleh ke arahnya, lalu mematikan telponnya. "Apaan sih lo, gue gak kenal lo." Ucap cowo itu tidak peduli "Heh manusia! Lo tadi yang naik motor gak ada akhlak gegara lo seragam gue basah." Emosi Alana karna cowo itu sangat bolot menurutnya "Oh gitu. Maaf kalo gitu." Sambil berlalu meninggalkan Alana "Btw bukan OASIS ya tapi OSIS, lo pikir air mineral apa." P.S: Cerita ini mengandung gelak tawa Jangan lupa vote, komen, dan follow ya😉
All Rights Reserved
#396
ketuaosis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • ARSENIO
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • DISA | broken
  • CINTA KETUA OSIS
  • AKSALENA [TAHAP REVISI]
  • OSIS OR OH SHIT?!
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines