Romansa

Romansa

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 18, 2021
Untuk sahabatku tercinta, Aku tahu kamu selalu akan bersikeras menemukan gagasan didunia ini bahwa aku adalah spesies yang pantas dibilang alay; karena memang usahaku yang terus menarik perhatianmu secara berlebihan. Dulu, aku sempat berjuang untuk mencintai diriku sendiri; menerima bagaimana aku terlahir didunia ini― didunia yang terkadang semuanya terasa lucu, konyol, kejam, menjengkelkan dan juga kadang membosankan untuk dijalani didalamnya. Tetapi, saat aku mengenalmu. Ketidaksempurnaanku menjadikanku untuk lebih kuat dalam menerima itu semua. Kamu yang membuatku merasa lebih baik, kamu yang membuatku merasa bahwa aku pantas untuk hidup didunia ini. Tetapi, satu hal. Aku mencintaimu. Kamu terlihat biasa saja karena kita memang ditakdirkan untuk berteman saja, bukan? Tetapi, satu hal lagi. Sepertinya semua memang sudah ditakdirkan seperti ini. Kamu adalah kamu. Aku adalah aku. Aku juga tidak berhak untuk memaksa perasaan ini untuk menerima balasan yang sama. Sampai, suatu malam kamu menatap mataku dalam ditengah suasana yang dingin dengan lampu-lampu kamar yang terang lalu kembali gelap, terang lau kembali gelap. Kamu mengunci mataku. Lalu, seketika saat itu, kamu― Apa maksudmu? ― romansa '16
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything
  • Don't leave me [SELESAI]
  • F.R.I.E.N.D.S ; The reason of parting (END)
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Putralisha~
  • Stain
  • One Night Stand
  • (✔) Save Me Please!!
  • Let him go...
  • N O R A [on going]

Ketika kehidupan yang suram menemaniku disetiap waktu tanpa ada warna yang mempercantik duniaku. Mereka yang selalu ku tunggu, mereka yang slalu ku nanti kehadirannya untuk selalu merangkulku disaat aku tengah berada dalam kegelapan dunia. Namun sayangnya mereka meninggalkanku seakan tidak membutuhkan kehadiranku lagi untuk hadir di kehidupannya, ketika aku tersadar untuk apa memikirkan mereka sedangkan mereka bukanlah masa depanku. Disaat itulah aku tidak ingin menjalin persahabatan dengan siapa saja, karna percuma mempunyai sahabat kalau mereka tidak hadir ketika salah satu dari mereka kesusuahan. Setelah seseorang itu datang dikehidupanku hariku mulai berwarna seakan ada sinar yang menerangi pikiranku dan jalan kehidupanku. Dia yang slalu merangkulku dan dia jugalah yang telah membuatku mempunyai semangat untuk mencari warna kehidupan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines