Semesta Dan Candannya

Semesta Dan Candannya

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 22, 2023
"Ampun pahh hiks." jeritan dan isak tangis Carissa lagi-lagi membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa iba. "DASAR ANAK BODOH." Makian lelaki paruh baya itu juga masih tetap menggema di dalam ruang kamar putrinya. Ia tidak sadar bahwa perkataan dan perilakunya lagi-lagi telah menciptakan goresan luka di hati putrinya. Terus-terusan ia menyakiti tanpa tau putrinya begitu menahan sakit akibat ulahnya. ..... "Makan atau gue suapin." Ucapan remaja laki-laki itu dengan wajah datarnya membuat Carissa segera menoleh dengan tatapan sinis ke arahnya. "Ck. Iya-iya, maksa banget jadi orang." Jawabnya dengan kesal. Jangan lupa mampir!! Nantikan kelanjutannya dan jangan lupa vote juga komen ya guys;) Typo bertebaran. Jika ada kurang mohon maaf:)
All Rights Reserved
#529
romans
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Become a Parent's [END]
  • Deksa 's Diary
  • KIARILHAM【END】
  • Because I'm Stupid (End)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Paradise
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ELANG [End]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines