FIRE (On-going)

FIRE (On-going)

  • WpView
    Reads 820,453
  • WpVote
    Votes 41,523
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 3, 2023
"kalo Letha cium di pipi nya aja boleh gak?" Tawar gadis berseragam SMP tersebut. "Gak!" Tolak mahasiswa itu. "Kalo di kening?" Ucapnya lagi. Pemuda itu melipat tangan di depan dada dan kembali menggeleng. "Kalo di puncak kepala?" Gadis itu menggelengkan kepala ke kiri dan menatap pemuda itu dengan polos. Pemuda itu menarik sang gadis ke pangkuannya dan menghirup aroma vanilla dari ceruk leher gadis itu. Dengan perlahan pemuda itu mendekatkan wajahnya kearah sang gadis, gadis itu masih mempertahankan wajah polosnya. Entah siapa yang memulai saat ini mereka sedang berciuman. "Kalo bibir gue suka." ******** Dan banyak nya korban pembunuhan dari pisikopat gila yang terjadi di SMA GALAXY. Membuat gadis itu terlibat kedalam nya, dan harus mengusut tuntas kasus tersebut. Kira-kira siapa pisikopat gila itu? Yuk langsung baca biar gak kepo🍬
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#56
sadis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cantika Story | Eunha x Eunwoo ✔
  • Psychopath Fiance [END]
  • My Sweet Boyfriend (END)
  • VEXYOPATH
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • ALETA
  • TheRealSadGirl! (SELESAI)
  • Psychopath vs Indigo (TERBIT)✔
  • My Psychopath Brother

DON'T COPY MY STORY! "Jaket lo mana?" "Ada di tenda." "Kenapa gak pake?" "Lupa," Cantika hanya nyengir kuda yang membuat Rendi memutar bola matanya malas. Rendi langsung melepas jaket yang ia pakai. Kemudian ia berika kepada Cantika, "pake." "Loh? Gausah, lo pake aja. Gue gapapa." "Pake." balas Rendi penuh penekanan dan tatapan mata yang seolah tidak boleh di bantah. Melihat itu, ia hanya bisa mengangguk dan kemudian memakai jaket itu. Selesai ia memakainya, ia mengerucutkan bibirnya. "Gede banget," ia mengadu. Bagaimana tidak, jaketnya bahkan hampir menyentuh lututnya. Apa ini karena tubuhnya yang terlalu kecil, atau memang tubuh Rendi yang berbeda jauh dengannya. "Badan lo kecil." tandasnya. Cantika menganga tidak percaya, ia lagi-lagi dikatai kecil oleh Rendi. "Gue gak kecil ya, lo aja yang ketinggian." "Sama aja, intinya lo kecil," ia mengedikan bahunya cuek dan berjalan meninggalkan Cantika. #7 in mos [15 Januari 2019] #15 in ceritasma [9 Januari 2020]

More details
WpActionLinkContent Guidelines