Tak Terlihat

Tak Terlihat

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Sep 28, 2021
"Sera lo bukan hantu!" Gadis itu mendelik. "Terus kalau bukan hantu apa?" "Lo cuma ga terlihat." Sera terkekeh pelan mendengar itu, pria di sebelahnya ini selalu membuatnya ingin kembali. "Sama aja." -•- Sejak kejadian kemarin , dia mulai merasa kalau dia bukan lagi bagian dari mereka. Dia melihat pantulan dirinya ke cermin, tidak ada, dirinya... tidak terlihat disana. Tapi anehnya, dia tidak merasa sudah mati, ataupun masih hidup, dia hanya... Tak Terlihat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#888
hantu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • FEARLESS || JAYISA
  • RAYNZAL ANGKASA
  • Reflection Of Myself In The Mirror||TAEHYUN HAREM✓
  • The Ice Boy [END]✔️
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • Help Ghost
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DRABIA [END]
  • Dibalik Cermin Keabadian
  • Melihat Cinta dalam Gelap

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan