We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tak Terlihat

Tak Terlihat

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Sera lo bukan hantu!" Gadis itu mendelik. "Terus kalau bukan hantu apa?" "Lo cuma ga terlihat." Sera terkekeh pelan mendengar itu, pria di sebelahnya ini selalu membuatnya ingin kembali. "Sama aja." -•- Sejak kejadian kemarin , dia mulai merasa kalau dia bukan lagi bagian dari mereka. Dia melihat pantulan dirinya ke cermin, tidak ada, dirinya... tidak terlihat disana. Tapi anehnya, dia tidak merasa sudah mati, ataupun masih hidup, dia hanya... Tak Terlihat.
All Rights Reserved
#96
sera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • In My Dream (Selesai)
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • ZELINARKA
  • Invisible Is Lover
  • Rea Rega
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • RAYNZAL ANGKASA
  • Reflection Of Myself In The Mirror||TAEHYUN HAREM✓

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines