Kemenangan bagi Si Pemalas

Kemenangan bagi Si Pemalas

  • WpView
    Reads 1,292
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dua keluarga telah menggendong putri yang salah. Yang satu sangat mempesona sedangkan yang lainnya sangat misterius. 17 tahun gadis muda dari keluarga Cyrano itu tak pernah muncul ke publik, banyak rumor yang menyebar bahwa dia adalah wanita yang cacat. Sedangkan nona muda kediaman Baldev memiliki wajah yang cantik rupawan. publik ingin melihat drama antar dua keluarga itu, perbandingannya sangat jelas yang satu buruk rupa sedangkan yang lain cantik menawan, bukan kah itu perbandingan yang kurang adil, meski sama sama dari keluarga kaya. Sedangkan seorang pria muda dengan aura yang menindas, menjadi tak terkendali karena menyangkut wanitanya. " Siapa yang berani menghinanya? Hancurkan mereka dan buang ke laut!". netizen : ??? " Aku akan membunuh mereka, nyonya apa kau senang sekarang, kau tidak ingin memujiku?" netizen : ??? Keluarga Misterius : " Menghina Nona kami sama saja menghina leluhur keluarga kami, silahkan menunggu surat pengacara kami!!" netizen : ????? Keempat putra Baldev : " Kenapa kalian membuat takut adik perempuanku? Dia begitu manis dan sangat mudah untuk ditindas." Netizen : " Siapa yang menindas siapa?"😫 Kelima putra Cyrano : " Yak!! Gadis keluarga kami sangat lah baik, dia pintar, cantik, menawan, wajar banyak yang iri terhadapnya tapi bukan salahnya kan jika ia terlahir seperti itu salah diri kalian karena kurang baik." Netizen : " Kita harus menyalahkan diri kita sendiri? Yah benar salahkan kita kenapa tak bisa sesempurna dia, tapi apakah kalian harus memperjelas nya!!"😭😭 Memang benar rumor hanyalah rumor, siapa bilang gadis itu buruk rupa? Jika dia buruk rupa lalu bagaimana dengan kita? Dia sangat beruntung di kelilingi oleh orang orang yang berkuasa tidak heran jika keluarga Cyrano tidak ingin melepaskannya.
All Rights Reserved
#578
sistem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • Rumah Yang SEMPURNA Untuk Pulang Seasons2
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • ADILA { End }
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • [✓] Transmigrasi: Kembali Ketahun Ketika Ayah Saya Masih Sekolah

Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines