ALONE

ALONE

  • WpView
    Reads 1,050
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 25, 2022
#SARAS_ALONE# Berada di antara keramaian bumi,namun Marasa sepi. Mereka semua tertawa bahagia tapi tidak Saras. kapan Saras akan mendapatkan kebahagiaannya?????? Bagaimana rasanya menjadi Saras yang menjalani hidup sendiri tanpa kasih sayang,hanya ada penyiksaan fisik dan batin yang selalu mengiri langkahnya. _________________________________________________ "Saras maafin kita semua,plis jangan ngelakuin hal bodoh itu". "Saras gw sayang sama lo,gw mohon jangan ngelakuin itu". "Aku cape bertahan dengan kelakuan kalian,untuk kali ini aku menyerah". Saras menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskan ya secara kasar,lalu tersenyum getir. "Jika besok jantungku berhenti berdetak nafasku sudah tak lagi terhembus dan disaat itu mata ku mulai tertutup,kuharap kau masih tersenyum bahagia atas kepergian ku,tertawa terbahak bahak lah karna aku sudah tidak akan melawan lagi"ucapnya dengan senyum berderai air mata,lalu berlari di sepanjang jembatan teluk. Byurrrrrr........ "SARAS"teriak orang-orang yang menyaksikannya. "Ombak bawa aku pergi menemui keluargaku,dan jangan pulangkan aku pada mereka lagi". SARAS.... _________________________________________________ ❗❗❗ ❗MENGANDUNG KATA KATA KASAR❗ ❗REEL KARANGAN SENDIRI❗ ❗KALAU ADA KESALAHAN JANGAN NGEHUJAT❗ Budayakan follow sebelum baca📖 Next part🤍 ☺️😊
All Rights Reserved
#167
senyum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • ALEYA~~
  • My Quuen is Bad Gril
  • Maaf' (Revisi)
  • Bianglala
  • KHALISA🖤
  • DEARWA [END]
  • After My Prayed

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines