Sean Playtime

Sean Playtime

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 30, 2025
"Hari ini semuanya akan mati." Gerak mata Satya tidak bisa berhenti bergetar memandangi lautan darah di hadapannya. Bahkan Jaya, yang dikenal sebagai preman sekolah, pun hanya bisa menjambak rambutnya dengan frustasi memandangi puluhan jasad tanpa kepala di sekitarnya. "Sean, keluar lo! Ini nggak lucu, Bangsat!" Hesa ikut berteriak di tengah lorong yang kosong dan pengap. Ia benar-benar sudah muak dengan 'permainan Sean' ini. "Terang gelap, bersembunyilah. Jangan biarkan aku melihat bayanganmu." Senandung dari Sean menggema di seluruh ruangan sekolah. Tanda permainan mengerikan itu akan segera dimulai lagi. Seluruh siswa pun makin ketakutan, dan berhamburan tanpa arah. Hingga tiba-tiba, beberapa kepala siswa di sana meledak seiring suara tawa Sean yang menggema.
All Rights Reserved
#74
survive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • TUMBAL PESANTREN
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines