Amerta

Amerta

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 19, 2021
' gara, mari kita bertemu Lagi di kehidupan selanjutnya tapi dengan akhir cerita yang berbeda ' Gara sekarang hidup aku rasanya sama seperti mengulang kisah kita yang dulu. Rasanya aku hidup cuman untuk mengulang kenangan aku sama kamu aja gar. gar, nama kamu masih selalu terucap di selalu doaku kamu akan selalu abadi walaupun cerita kita berdua sudah berakhir. ****** Ini cerita tentang Daisy sastra renjani seorang perempuan yang sedang berusaha mati-matian untuk berdamai dengan masa lalunya dan mengikhlaskan kepergian yang dia anggap semestanya. Apakah lama kelamaan Daisy bisa mengikhlaskan dan berdamai dengan masa lalunya
All Rights Reserved
#298
abadi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREKUENSI RINDU
  • Promise
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Sepenggal Kisah Lalu [COMPLETED]
  • langit biru
  • Jangan Datang Hujan (TERBIT)
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • If we can together
  • Monokrom [END]

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines