We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TURBULENSI

TURBULENSI

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
TRIGGER WARNING Karya ini mengandung konten sensitif seperti obat-obatan, minuman keras, gangguan kesehatan mental (PTSD, Depresi, Anorexia) berpotensi untuk mengganggu beberapa orang dan dapat membuat perasaan tidak nyaman. Mohon bijaksana dalam membaca dan tidak memaksakan untuk terus melanjutkan cerita ini jika sekiranya memicu rasa trauma atau trigger terkait hal tersebut. ------- Hallo semua. Briawnies disini, ini karya fanfiction pertamaku sebagai Briawnies, mungkin akan sedikit banyak kekurangan tapi aku akan berusaha belajar untuk terus meningkatkan kisah ini supaya bisa kalian nikmati dengan nyaman. Aku akan sangat amat berterima kasih kalo teman-teman bersedia memberikan kritik dan saran dalam penulisan karya ini. Aku harap dari kisah Jupiter dan Megantari kalian dapat mengambil pembelajaran dan dapat kesan baik untuk teman-teman semua.. Oiya Jupiter anaknya sedikit receh, caper, jadi tolong maklumi ya kalo kadang tingkahnya sedikit cringe, tapi itulah Jupiter, dengan segala kesederhanaan Jupiter, semoga banyak menarik teman-teman sekalian untuk mencintai dia. Aku akan update new chapter setiap hari Sabtu-Minggu di jam 20:00 WIB ya teman-teman. Terima kasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • Self Injury's(complete)✔
  • MARVELOUS  𐘃  The Lost Soul
  • Jupiter Aurora | TAMAT✔
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ANGKASARAYA 2 [END]
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • PUTARAN TERAKHIR WAKTU
  • We Used To Be A Family
  • 100 Days My Husband

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines