Setetes Darah [Revisi]

Setetes Darah [Revisi]

  • WpView
    Reads 16,691
  • WpVote
    Votes 1,916
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 1, 2023
Terlahir seorang pangeran, baik hati, berdarah bangsawan, Bernama Kian Santang... Banyak pendekar yang mengicarnya, karena darahnya yang istimewa, dari bayi Kian santang sama sekali tidak bisa dilukai oleh senjata apa pun Namun, ada satu senjata yang dapat melukainya yaitu. Pedang... Zulfikar. Para pendekar sakti berlomba lomba agar dapat mendapatkan pedang tersebut, dan bisa melukai Kian santang untuk bisa mendapatkan darah sucinya Akankah Kian Santang bisa menghadapinya?
All Rights Reserved
#2
alwi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Again To Love In Another Life [END]
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Harta, Tahta, atau Nyawa?

Zhu Yan, siluman besar Dahuang rela melepas segala kekuatan ribuan tahunnya hanya untuk orang terkasihnya Zhou Yichen, namun siapa sangka semua usaha yang ia lakukan sia-sia. Disatu sisi tanpa ia sadari Zhou Yichen juga rela melepaskan segala yang ia miliki agar dapat membuat Zhu Yan tetap hidup. Nyatanya pedang Yunguang yang konon katanya hanya dapat digunakan oleh keturunan BingYi kini dapat digunakan oleh Zhu Yan dengan sisa kesadaran YinLong dari tulang naga yang ia berikan pada Zhou Yichen serta darah BingYi yang mengalir didalamnya bersatu. Karena awalnya pedang tersebut memang dibuat oleh Yinlong untuk orang yang ia suka, BingYi. Siapa sangka Zhou Yichen akan membayar kembali semuanya untuk Zhu Yan. Zhu Yan merasa bagai terkhianati oleh takdir yang telah ia yakini selama ini, segala upaya untuk menebus dosanya justru membawa orang terkasihnya berkorban demi ia yang tak seberapa bagi dunia manusia. Takdir yang terulang kembali namun dengan kisah yang berbalik, Zhu Yan menemukan sisa-sisa kesadaran Zhou Yichen pada pedang tersebut. Ia menaruh setitik harapan untuk menyatukan kesadaran zhou Yichen dengan petunjuk yang ia peroleh yaitu, "Menunggu jiwanya bereinkarnasi", selama itu pula Zhu Yan menunggu di Balai Pembasmi Siluman hingga peradaban mulai berubah , dunia mulai berganti era serta siluman dan manusia yang kini dapat berbaur dalam kehidupan yang sama, dunia yang sama, tidak terkekang oleh aturan. Zhu Yan akhirnya menemukan dia yang telah dicarinya, namun pada sosok manusia. Akankah mereka dapat mengubah takdir mereka dengan akhir yang lebih baik? -Zhu Yan X Zhou Yichen-

More details
WpActionLinkContent Guidelines