Bucin Pak?!

Bucin Pak?!

  • WpView
    OKUNANLAR 1,012,776
  • WpVote
    Oylar 21,692
  • WpPart
    Bölümler 12
WpMetadataReadYetişkinDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Tem 12, 2022
Terjebak di lift dengan bosnya yang bernama Nando adalah hal yang paling tidak mungkin di impikan Ara. Dimana Ara harus tetap tenang supaya bosnya tidak panik. "Ra saya boleh pinjam jari kamu?" ucap Nando dengan hati-hati. "Buat apa pak?" Walaupun bingung, tak urung tetap menyerahkan tangannya. Tangannya pun diterima baik dan digenggam oleh bosnya. Mungkin bosnya kedinginan. Itulah yang dipikirkan oleh si Ara. Lalu mereka diam seraya menikmati hening dan gelapnya didalam lift. Sampai sesuatu yang basah terasa di jari telunjuk Ara. Ara kaget bukan kepalang. "Pakkk" histerisnya. "Ssssutt diam Ara, saya haus" terdengar ditelinga Ara suara bosnya melemah. Dan Ara diam membiarkan bosnya melakukan sesukanya, selama keadaan tetap tenang. "Raaa bisa kamu bantu saya?" Ucap Nando dengan suara memohon. "Saya akan mengusahakannya pak, bapak butuh bantuan apa?"seraya menoleh ke kanan dimana Nando berada. Nando mendekatkan bibirnya ke telinga Ara, dan berbisik.. "Susui saya Raa.." Jedeerrrrrr
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • TOUCHED (End)
  • Dirava (Dira, Rara, Arva).
  • WIN-LOSE SOLUTION ✔
  • DARA dan CINTAnya
  • My Big Boss
  • Boyfriend-Kth
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi