Story cover for Taksa by marionhyshn
Taksa
  • WpView
    LECTURAS 70
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 70
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado sep 20, 2021
"Perasaan kamu ke aku sebenarnya gimana, sih?" - Arsyana

"Kamu bilang ke orang, kamu cinta aku, tapi, sikap kamu ke aku berbanding terbalik" - Arsyana

"Dulu, kamu hangat. Sekarang, kamu lebih dingin dari es yang paling dingin" - Arsyana

"Aku tidak pernah merasa kamu mencintaiku" - Wafi

"Kamu yang tidak sadar. Aku sudah menunjukkan semua perasaanku, cintaku, rasa sayangku. Tapi, kamu menutup matamu" - Arsyana

"Aku sudah bilang, aku cinta kamu. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kehilangan kamu." - Arsyana

"Semua perhatianku selama ini kamu anggap apa?" - Arsyana

"Kamu maunya apa, Waf? Kamu mau aku pergi? Atau kamu mau kita perbaiki hubungan kita?"

Wafi tidak menjawab. 

"Wafi, kalau kamu mau aku pergi. Kamu tinggal bilang. Bukan dengan diam terus begini" - Arsyana. 

Wafi menghilang.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Taksa a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#34shinhye
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Expectation Of Love (Vrene - Book II) de scarecrowptr
30 partes Concluida
PRIVATE Ketika semuanya kembali seperti masa lalu, ketika kisah lampau terbuka kembali dengan segenap kekuatan untuk saling bersama sirna bersama derasnya angin perpisahan Orang ketiga Lagi - lagi kekuatan cinta diuji oleh orang tersebut. Namun, banyak hal berbeda, kini bukan Irene lah yang menjadi yang ketiga namun Ia yang diduakan, dulu Ia adalah perebut namun sekarang miliknya lah yang direbut. Apakah ini karma? Entahlah hubungannya bersama Taehyung seperti berada di ujung tanduk tatkala Ia meningat dulu pada akhirnya Taehyung memilih Irene, memilih sang wanita kedua dan meninggalkan yang pertama. Ketakutan Irene semakin menjadi ketika Taehyung bersama gadis lain, bagaimana nasib pernikahan ataupun putra mereka? Akankah mereka akan tetap bersama ataukah mereka akan terpisah karena keegoisan mereka? Hanya waktu yang bisa menjawab segalanya.Tentang bagaimana mereka berusaha menggenggam ataupun tentang bagaimana mereka saling melepaskan. "Setelah kata kita berpisah, maka tetaplah tuk kejar kebahagiaan walau bukan aku dan kau yang menjadi porosnya melainkan dirimu dan dirinya lah, ketika itu perlahan aku akan mundur bersama jutaan kenangan yang kita ukir bersama" -Bae Irene "Mencintai dirimu dan dirinya adalah bagian hidupku, aku sadar aku egois untuk kalian namun tak ada satupun yang bisa kupilih, hati ini ingin kalian bukan dirimu atau dirinya" -Kim Taehyung "Apakah salah jika aku mencintai dirinya? bukankah semua orang berhak mencintai dan dicintai? Aku dan dia akan selalu bersama karena kita saling mencintai?" -Ryu Sujeong "Apakah tak sedikitpun peluang diriku di hatimu? kupikir akulah yang jauh lebih layak bersama dirimu karena aku menjanjikan bahagiamu bukan membuatmu menitihkan luka layaknya yang Ia lakukan" -Kim Mingyu "Dulu aku pernah berusaha memperjuangkan dirimu namun kau lah yang melepas diriku. Tenang saja posisimu di hatiku tak berubah sedikitpun namun dirikulah yang berubah karena aku takkan menggapaimu" -Kim Taeyong
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Remember Me As A Time of Day✅ cover
Expectation Of Love (Vrene - Book II) cover
dimana janji tersebut cover
• EUTANASIA • cover
Printemps cover
My Pure Love [END] cover
We Found Another Love [Completed] cover
Scenery | KTH cover
Now or Never; Youngbin [COMPLETED] cover
"FAKE LOVE" [[YOONMIN]]✔ cover

Remember Me As A Time of Day✅

54 partes Concluida

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.