Hand To Hold

Hand To Hold

  • WpView
    LECTURAS 229
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida vie, dic 2, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Salah satu keinginan Hazel Parkes di perayaan hari ayah adalah bertemu dengan ayah kandungnya dan memberikan surat cinta yang sudah lama ia kumpulkan untuk sosok yang ia rindukan itu. Mereka sudah lama terpisah sejak ayah dan ibu Hazel memutuskan untuk bercerai. Sampai sebuah tragedi terjadi, dimana ibunya dan juga adik tiri Hazel tewas di tangan ayah tirinya sendiri, Hugh Parkes. Hazel yang hidup sebatang kara mencoba percaya bahwa di balik penderitaan pasti akan datang kebahagiaan yang menantinya. Nasib baik sepertinya berpihak pada Hazel ketika akhirnya ayah kandung Hazel-Oliver Bowen datang menjemput Hazel, mengajak gadis itu untuk tinggal bersamanya. Namun, Hazel tidak menyangka kalau di kehidupan keduanya bersama dengan Oliver yang ia pikir bahagia berubah menjadi benang kusut yang tak pernah ia duga sama sekali. Oliver Bowen yang ia anggap sebagai ayahnya ternyata bukanlah ayah biologis Hazel. Siapa sebenarnya Oliver? Apakah Hazel harus percaya pada pria itu? Cover © pinterest
Todos los derechos reservados
#4
smwriting
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  HAZELA
  • Moon Without Light [TERBIT]
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Sweet Dreams, Sweetheart! [END]
  • Love Behind Friendship [Terbit]
  • IN BETWEEN HAZELDEX
  • ATHAR
  • Javas Drexzer [END]
  • You changed everything
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido