SWEET

SWEET

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 15, 2021
"Nata mau nya sama Baby Wine!" "Wine apa sayang?Nata gaboleh minum wine , kamu masih dibawah umur!" "Auntie ngomong apa sih? Nata itu pengen sama Wine! Wine itu tunangan Nata tau!" "Astaga mau berapa kali Auntie bilang kalo nama tunangan songong kamu itu Wizardgas Gurirhero De Castelix! bukan wine wine itu" "Auntie gausah ngatur ngatur princess! princess tertekan gara gara Auntie!" "Ciaelah princess apaan kamu? princess kodok" "Astaga Nata dinistai mulu sama nenek lampir" "Heh! mulut nya minta di geprek!" Gadis imut yang dari tadi adu mulut dengan wanita yang ia sebut Auntie itu memutar kedua bola matanya malas , sehingga ia melihat pria jangkung yang dia cari cari dari tadi. "BABY WINE!!!" Sontak teriakannya membuat seluruh orang yang ada di Hotel mewah itu menaruh perhatian padanya. Gadis itu berlari kecil dan memeluk pria itu dengan lembut. "Nata kangen baby Wine , baby Wine kemana aja?" gadis itu berucap dengan lembut. Dengan muka datar , pria itu membalas pelukannya. "Selingkuh" suara pria itu terkesan datar dan dingin namun gadis itu tertawa kecil dengan diakhiri smirk. "Siapa yang bisa ngalahin Nata?" Ini tentang seorang gadis yang ahli dengan akting Drama Queen nya , cocok sekali menjadi pemain sinetron suara hati istri namun dia tidak akan dikhianati oleh pasangannya. why?because tidak ada yang dapat menandingi dan mengambil hati pria kesayangannya itu. Gadis yang penuh misteri , Natasearabla Barbie Vragazalos.
All Rights Reserved
#380
lgbt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dinginmu Tak Mampu Membekukan Cintaku
  • "He's mine"
  • SEPARATED TWINS [END]
  • IMDL
  • KEANDRA
  • Alefandra
  • transmigrasi figuran End (Revisi)

Malam di kota itu tidak pernah benar-benar sunyi. Dentuman mesin motor, sorakan liar dari sudut jalan, dan cahaya neon yang temaram menjadi saksi bisu dari dunia yang tak semua orang berani sentuh. Veena berdiri di pinggir jalan, jaket jeans membalut tubuh mungilnya, angin malam menyibakkan rambut panjang yang terurai indah. Tatapannya tak lepas dari suara bising yang semakin mendekat. Lima motor gede berhenti mendadak di hadapannya, dan dari motor paling depan, turunlah seorang pria dengan tatapan dingin, senyap, dan aura berbahaya-Revano Elrick Mahesa. Semua orang mengenalnya. Ketua geng motor legendaris sekaligus mafia muda yang katanya sudah dingin sejak lahir. Dingin yang bukan hanya di permukaan, tapi sampai ke tulang. Veena menggigit bibirnya gugup, lalu tersenyum. "Kau Revano, kan? Kita perlu bicara." Pria itu memandangnya tanpa ekspresi. "Siapa kamu?" "Reveena Kalysta Anidya. Tapi panggil aku Veena," katanya percaya diri. "Dan aku datang untuk membuatmu jatuh cinta." Sunyi. Bahkan suara mesin motor yang masih menyala pun terasa kehilangan daya ledaknya. Revano tertawa-dingin. "Kau pikir aku mudah jatuh cinta hanya karena wajahmu cantik?" Veena melangkah mendekat, berdiri hanya sejengkal darinya. "Tidak. Tapi aku tahu, di balik dinginnya matamu... ada seseorang yang kesepian." Tatapan pria itu berubah sesaat. Tapi hanya sejenak. Kemudian ia memutar badannya, melangkah kembali ke motornya. "Kau bermain di tempat yang salah, Veena. Hati ini bukan taman bermain." "Tapi aku bukan sedang bermain, Revano," jawabnya pelan. Dan malam pun kembali menggema dengan suara mesin motor, meninggalkan Veena sendiri-tapi dengan keyakinan yang lebih besar dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines