close you're story

close you're story

  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 20, 2021
Nita tak kuasa menahan tangis nya ditepi pantai dengan isak dia terus menangis. Namun seketika pula dia tiba-tiba berhenti menangis saat pandangan nya teralih kan dengan gelang yang persis dengan miliknya. Dia tau gelang itu hanya ada dua didunia, karena itu hanya dibuat oleh sahabat nya. Nita adalah seorang karyawan biasa yang sedang piknik ke sebuah desa tempat tinggal nya dulu. Namun bukan nya piknik dia malah lebih sering menghabiskan waktunya dengan hal-hal lain.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ELGITA  (TERBIT)
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • Say You Love Me Too
  • Lukisan Tanpa Warna✔️
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Our Story
  • The Same Things [END]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan