Auckland Boy

Auckland Boy

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 20, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Clarabelle terkejut saat ayahnya tiba – tiba menjodohkannya dengan seorang laki - laki yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Laki = laki itu memiliki wajah yang teduh dengan karakter yang tak tertebak. Sekuat tenaga Clarabelle berusaha membuatnya ilfeel agar laki – laki itu menjauhinya. Namun anehnya mengapa ia mulai merasa jatuh cinta. Saat Clarabelle bertanya kepada laki – laki itu mengapa ia mau menikahinya meskipun mereka tidak saling mengenal sebelumnya. Laki – laki itu hanya diam. Matanya menyiratkan begitu banyak rahasia yang ia simpan sendiri dalam – dalam. Laki – laki itu selalu berperilaku manis meskipun sikap Clarabelle terus membuatnya sakit. Namun apakah Clarabelle akan melunak?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • tentang sebuah rasa
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Star Of You
  • She's mine (lilynn) END.
  • A New Beginning

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines