Persahabatan dan Cinta (OnGoing)

Persahabatan dan Cinta (OnGoing)

  • WpView
    Membaca 4,276
  • WpVote
    Vote 309
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadLengkap Sen, Jun 13, 2022
Bagaimana rasanya jika menikah dengan orang yang paling kita cintai sejak kecil ? Namun bagaimana rasanya jika dia tidak pernah mencintai kita ? Reka dan dika, menceritakan sebuah cerita yang berawal dari persahabatan namun berubah menjadi cinta. Biasanya keduanya saling jatuh cinta, namun ini hanya sepihak saja. Baca ceritanya sampai selesai ya, jangan lupa vote dan coment ya😊
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#502
romantic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Don't call it love!
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Tentang Kita
  • Restore Me | TAMAT✔
  • Rustic Wedding (Completed)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Setelah Kita Delapan Belas Tahun
  • Pengantin Pengganti [TAMAT]
  • Trial & Error

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan