We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Since Rhyming

Since Rhyming

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
**** Aruni tak tahu kapan dan tepatnya kebahagiaan itu muncul dalam hidupnya. Pikirnya, hidupnya hanyalah keberuntungan semata. Hidupnya mencukupi, namun bahagia tak pernah melingkupi. Orang tua selalu berpergian dengan dalih pekerjaan, seorang saudara laki-laki yang tak pernah menganggapnya ada, bahkan pujaan hatinya yang mencampakkannya. Selucu itu bukan? Tapi, dia bukan gadis lemah yang hanya untuk mengemis belas kasih. Ini hidupnya, apapun yang ia lakukan adalah bentuk dari pemberontakan takdir. Akankah Aruni mampu melakukannya? **** Jangan lupa untuk tekan bintang dan selalu tinggalkan jejak komen kalian. ;) PERHATIAN!! Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan alur kejadian merupakan ketidak sengajaan semata. Mohon untuk Tidak meng-Copy-Paste Karya Orang Lain. Saya yakin, Kalian adalah para pembaca yang budiman;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADYRA
  • ARUNA
  • Puing luka
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • WEKKER
  • F A K E ? [End]
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • DIARY DEPRESIKU
  • acalapati
  • Memories in Moon
ADYRA

"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. "Pede bego." Ceplos Dyra. Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy. "Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk. "Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut. "Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun. Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka. Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." "Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra. Story @ZikraSalsabila😊😍.

More details
WpActionLinkContent Guidelines