Since Rhyming

Since Rhyming

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
**** Aruni tak tahu kapan dan tepatnya kebahagiaan itu muncul dalam hidupnya. Pikirnya, hidupnya hanyalah keberuntungan semata. Hidupnya mencukupi, namun bahagia tak pernah melingkupi. Orang tua selalu berpergian dengan dalih pekerjaan, seorang saudara laki-laki yang tak pernah menganggapnya ada, bahkan pujaan hatinya yang mencampakkannya. Selucu itu bukan? Tapi, dia bukan gadis lemah yang hanya untuk mengemis belas kasih. Ini hidupnya, apapun yang ia lakukan adalah bentuk dari pemberontakan takdir. Akankah Aruni mampu melakukannya? **** Jangan lupa untuk tekan bintang dan selalu tinggalkan jejak komen kalian. ;) PERHATIAN!! Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan alur kejadian merupakan ketidak sengajaan semata. Mohon untuk Tidak meng-Copy-Paste Karya Orang Lain. Saya yakin, Kalian adalah para pembaca yang budiman;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Puing luka
  • ARUNA
  • Memories in Moon
  • Don't Talk About Money
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • WEKKER
  • F A K E ? [End]
  • acalapati
  • AURORA

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines