**** Aruni tak tahu kapan dan tepatnya kebahagiaan itu muncul dalam hidupnya. Pikirnya, hidupnya hanyalah keberuntungan semata. Hidupnya mencukupi, namun bahagia tak pernah melingkupi. Orang tua selalu berpergian dengan dalih pekerjaan, seorang saudara laki-laki yang tak pernah menganggapnya ada, bahkan pujaan hatinya yang mencampakkannya. Selucu itu bukan? Tapi, dia bukan gadis lemah yang hanya untuk mengemis belas kasih. Ini hidupnya, apapun yang ia lakukan adalah bentuk dari pemberontakan takdir. Akankah Aruni mampu melakukannya? **** Jangan lupa untuk tekan bintang dan selalu tinggalkan jejak komen kalian. ;) PERHATIAN!! Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan alur kejadian merupakan ketidak sengajaan semata. Mohon untuk Tidak meng-Copy-Paste Karya Orang Lain. Saya yakin, Kalian adalah para pembaca yang budiman;)Alle Rechte vorbehalten
2 Kapitel