Since Rhyming

Since Rhyming

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 23, 2021
**** Aruni tak tahu kapan dan tepatnya kebahagiaan itu muncul dalam hidupnya. Pikirnya, hidupnya hanyalah keberuntungan semata. Hidupnya mencukupi, namun bahagia tak pernah melingkupi. Orang tua selalu berpergian dengan dalih pekerjaan, seorang saudara laki-laki yang tak pernah menganggapnya ada, bahkan pujaan hatinya yang mencampakkannya. Selucu itu bukan? Tapi, dia bukan gadis lemah yang hanya untuk mengemis belas kasih. Ini hidupnya, apapun yang ia lakukan adalah bentuk dari pemberontakan takdir. Akankah Aruni mampu melakukannya? **** Jangan lupa untuk tekan bintang dan selalu tinggalkan jejak komen kalian. ;) PERHATIAN!! Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan alur kejadian merupakan ketidak sengajaan semata. Mohon untuk Tidak meng-Copy-Paste Karya Orang Lain. Saya yakin, Kalian adalah para pembaca yang budiman;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ARUNA
  • Rasa Tanpa Kata
  • Puing luka
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • ADYRA
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • acalapati

"Kamu ga akan pernah pergi, rumah kamu di sini kamu harus bareng terus sama Bunda" ucap Airin menahan putri bungsunya. "Maaf Bun, Ara pengen cari kebahagian Ara dan kebahagian itu ga Ara dapet di sini" ucap Ara sembari melepaskan tangan Airin yang menahannya. "Kamu akan pergi kemana? Cukup ikhlaskan Alvino dan semuanya ga ribet kayak gini" "Ayah ngomong gampang tapi aku yang jalanin susah! Sekarang coba Ayah yang ada di posisi aku, aku suruh Ayah pisah sama Bunda apa Ayah mau? Bertahun-tahun Fira selalu nomor satu di hati Ayah, tapi aku? Selayaknya pesuruh, selalu nurut apa kata penyuruhnya" Ara berkata dengan air mata yang semakin mengalir deras, ingin cepat pergi dari sana, "Apa Ayah pikir semua yang Ayah suruh dan aku turutin itu bikin aku bahagia? Jawabannya enggak!" Penasaran? Yukk langsung bacaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines