Since Rhyming

Since Rhyming

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
**** Aruni tak tahu kapan dan tepatnya kebahagiaan itu muncul dalam hidupnya. Pikirnya, hidupnya hanyalah keberuntungan semata. Hidupnya mencukupi, namun bahagia tak pernah melingkupi. Orang tua selalu berpergian dengan dalih pekerjaan, seorang saudara laki-laki yang tak pernah menganggapnya ada, bahkan pujaan hatinya yang mencampakkannya. Selucu itu bukan? Tapi, dia bukan gadis lemah yang hanya untuk mengemis belas kasih. Ini hidupnya, apapun yang ia lakukan adalah bentuk dari pemberontakan takdir. Akankah Aruni mampu melakukannya? **** Jangan lupa untuk tekan bintang dan selalu tinggalkan jejak komen kalian. ;) PERHATIAN!! Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan alur kejadian merupakan ketidak sengajaan semata. Mohon untuk Tidak meng-Copy-Paste Karya Orang Lain. Saya yakin, Kalian adalah para pembaca yang budiman;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Memories in Moon
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Rasa Tanpa Kata
  • acalapati
  • BRANDENA [COMPLETED]
  • Don't Talk About Money
  • ADYRA

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines