Bitterlove [On Going]

Bitterlove [On Going]

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 27, 2021
Jika ini cinta, aku ingin memberi titik diakhirnya. Cinta. Ya, seperti itu. Aku tak ingin meletakkan tanda tanya disana karena itu artinya ragu. Aku juga tak ingin meletakkan tanda seru disana karena itu terkesan memaksa. Tapi, mengapa harus kau? Aku jadi terlihat bodoh saat menatap ke arahmu yang sedang tersenyum ke arahnya. Kau bahkan tak berniat menoleh sedikitpun ke arahku. * * * "Aku pikir yang pertama selalu bisa jadi yang utama. Aku pikir jika terus bersama akan timbul rasa antara keduanya. Tapi tidak. Hanya aku yang merasa begitu." - Alin. * * * "Happy girls are the prettiest." "Semua yang sudah menjadi milikmu itu berharga." - Karuna. * * * "Dulu aku selalu berpikir bahwa teman-temanku tak bisa melakukan banyak hal tanpaku. Tapi setelah aku sadar, justru aku yang tak bisa apa-apa tanpa mereka. Mereka lah yang selalu mengulurkan tangan dan menarik tanganku bersama mereka." - Tarendra. *** *** *** Dilarang plagiat dalam bentuk apapun! Cerita ini murni ide penulis. Budayakan meninggalkan jejak sebagai support terbesar saya ehe. Jangan lupa follow akun ini dan beri masukan untuk penulis (bisa ke ig: @b.LrsL) Happy reading❣️ (thanks to Isti sudah membantu membuat cover. btw gambar mentahannya by Itrsnn_)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • We Are One
  • Instagram ~You first and last
  • Let Me Love You Longer
  • 180° [END]
  • Bad Boy In Love [COMPLETED]
  • IMPOSSIBILITY LOVE

Salah satu bentuk pembodohan diri adalah disaat aku tau kamu sedang menjaga hati untuk orang lain, sedangkan aku masih saja setia mencintaimu dari jarak dekat. *** "Kakak tau hal apa yang paling menyakitkan saat kita sedang merasa bahagia?" tanya Shella sembari menghapus air matanya yang mulai menetes kembali, sedangkan Arion hanya menggeleng tak tau. "Saat kita dibuat terbang setinggi-tingginya. Hanya untuk dijatuhkan kembali," lanjut Shella yang membuat Arion menatapnya bingung tak mengerti. Saat Arion ingin menggenggam tangan Shella untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shella menjauhkan tangannya lalu kembali menatap Arion dengan senyum yang bercerita tentang luka nya hari ini. °°^^°° "Hal sia-sia yang selalu ku usahakan adalah berusaha melupakan dirimu, disaat hatiku belum siap membuka hati untuk orang baru" ~Shella Novelia Az-Zachary "Terlalu menjaga, sehingga memilih menghindar walau rasa tetap ingin memiliki" ~Arion Lavi Pradipa Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya. Jangan jadi readers ghost dong😭 pokoknya kudu vote dan komen. Aku maksa loh ya, MAKSA. Hahaha🤭 DI FOLLOW DULU YA,SEBELUM DIBACA KARNA AKAN ADA PART YANG DI PRIVAT. MAKASIH😙❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines