Story cover for final mission by hab_shi_07
final mission
  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published Sep 22, 2021
Mereka saling tatap sebelum Banji memulai serangan pertamanya, pukulan melesat cepat kearah Minky, tapi Minky siap menangkis dan membalas pukulan Banji. "Bug" pukulan Minky mendarat tepat diperut Banji. Banji yang tak mau kalah, mengerahkan kekuatannya. Tubuh Banji diselimuti oleh aura dingin, butiran salju terkesiur di kaki dan tangannya, ia langsung berlari dan menendang Minky. "Duar" salju turun diantara tubuh Minky, Minky terpelanting tiga meter dari Banji. Darah keluar dari mulut Minky, segera Minky mengaktifkan kekuatannya, kemeletuk petir menyambar-nyambar diantara tubuhnya. Minky menghilang dan muncul dibelakang Banji. " "Ctar" pukulan Minky tertangkis oleh Banji. "Ctar...ctaar" lagi-lagi pukulan Minky tertangkis, di titik akhir Minky menghilang zig-zag. Banji bingung kemana arah gerakan Minky. "Ctar" tendangan Minky laksana sambaran petir kena telak di dada Banji. Banji terpelanting jauh lima meter, darah muncrat dari mulut Banji, seketika Banji menyerah
All Rights Reserved
Sign up to add final mission to your library and receive updates
or
#7ring
Content Guidelines
You may also like
Pendekar Bermuka Buruk - ASKPH by JadeLiong
13 parts Complete
Diam-diam Lie Bun tersenyum. Ah, julukan ini tidak lebih buruk dari pada Si Topeng Setan, yakni julukan yang dulu kakaknya memberinya. Kemudian ia perhatikan kakaknya yang mulai bertanding. Hok Hwat Hwesio menjadi marah dan kirim pukulan berat ke arah dada Lie Bun. "Hwesio besar, kurang rendah pukulanmu!" Lie Bun mengejek sambil bongkokkan tubuh dan melesat dari bawah lengan lawannya. Semua penonton tertawa riuh karena pertandingan ini lucu sekali. Sedangkan Lie Kiat kerutkan alis karena ia khawatir sekali melihat gerakan adiknya yang kelihatannya seperti bukan gerakan silat itu. "Ah, celaka, jangan-jangan ia tidak mengerti silat," katanya perlahan tapi terdengar juga oleh suhunya yang berdiri di sebelahnya. "Jangan kau cemas, Lie Kiat. Kepandaian adikmu itu masih beberapa lipat lebih tinggi dari pada kepandaianku atau kepandaian Hok Hwat Hwesio," kata Kong Liak dengan mata berseri dan mulut tersenyum. Lie Kiat terkejut sekali dan memandang suhunya dengan hati tidak percaya. Kemudian ia melihat lagi ke atas panggung. Setelah beberapa kali memukul tapi selalu dapat dikelit oleh Lie Bun dengan lincahdan lucu. Terkejutlah Hok Hwat Hwesio. Ia merasa penasaran sekali dan sambil berseru keras ia keluarkan tendangan Siauw-cu-swie, yakni tendangan berantai yang berbahaya sekali. Kedua kaki hwesio yang besar dan kuat itu seakan-akan berubah menjadi kitiran dan tiada hentinya bergerak bertubi-tubi menendang ke arah bagian-bagian berbahaya dari Lie Bun. Sambil menggerakkan kakinya menendang, Hok Hwat Hwesio keluarkan seruan-seruan pendek untuk mengatur tenaga. Semua orang, termasuk Lie Kiat keluarkan teriakan tertahan dan ngeri.
Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA ) by Cepiiiaww21___
88 parts Ongoing
" Sekalipun di dunia ini cuma ada lo, Gue ogah pacaran sama cowo gila kayak lo". -Marsha "Siapa yang gila?". -Zevan "Lo ". -Marsha "Lo, ya berarti lo marmut marsha cerumut". Zeevan tersenyum meledek dan meninggalkan marsha "SIALAN!! DASAR COWO GILA". *** BXG ❗️ SUDAH ENDING ❗️❕️ *** Auroraletta Marsha Lenathea adalah gadis yang memiliki segalanya cantik, kaya, populer, dan dipuja banyak pria di kampus. Hidupnya bak seorang putri, selalu dikelilingi kemewahan, pesta, dan pujian. Setiap langkahnya penuh dengan percaya diri, setiap senyumnya membuat banyak hati berdebar. Namun, semua itu hancur dalam sekejap. Ayahnya tersandung kasus korupsi besar-besaran, seluruh kekayaannya disita, dan namanya tercoreng. Dalam sekejap, dari seorang "ratu kampus", ia berubah menjadi bahan hinaan. Dibully, dicemooh, dijauhi teman-temannya yang dulu mengaguminya, Marsha harus merasakan bagaimana rasanya berada di titik terendah dalam hidupnya. Tak punya siapa-siapa, tak punya uang, dan tak punya tempat berlindung, Marsha hanya bisa menelan harga dirinya. Hidupnya berubah 360°, dari kemewahan menjadi kesusahan. Hingga akhirnya, ia tak punya pilihan lain selain meminta bantuan satu-satunya orang yang selalu ia benci sejak awal masuk kuliah-Zeevan Aaron Natio. Dulu, ia sering meremehkan Zeevan, menganggapnya tidak lebih dari pengganggu tanpa arah. Tapi sekarang, dialah satu-satunya yang bisa melindunginya dari kerasnya dunia. Namun, Zeevan bukan tipe orang yang bisa dimanfaatkan begitu saja. Dia punya aturan sendiri, dan dia tidak memberikan bantuan tanpa alasan. Akankah Marsha mampu bertahan dalam kehidupan barunya? Dan lebih penting lagi, akankah kebenciannya pada Zeevan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam? Sebuah kisah tentang kejatuhan, perjuangan, dan menemukan arti sebenarnya dari hidup, cinta, serta harga diri.
Harapan Bunga Terakhir by safirapebrianaa
21 parts Ongoing
"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo.. bisa diem ga.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa
You may also like
Slide 1 of 9
Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI cover
My possesive boyfriend cover
Pendekar Bermuka Buruk - ASKPH cover
Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA ) cover
Blue String - END (Terbit) cover
Diantara mereka cover
Harapan Bunga Terakhir cover
MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️ cover
Reorganisasi cover

Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI

53 parts Complete

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.