Letnan Hanggini

Letnan Hanggini

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 26, 2021
Bukan tentang 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 spesial, hanya tentang perjuangan seorang Remaja SMA Chandra Winata, 𝗟𝗲𝘁𝗻𝗮𝗻 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗮 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗿𝗱𝗶𝗸𝗮 untuk mengembalikan senyum tulus perempuan yang ia sebut sebagai wanitanya, 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗿𝗮𝗻𝗶 𝗛𝗮𝗻𝗴𝗴𝗶𝗻𝗶. ••• "Nini cantik" "cuma gue yang boleh manggil lo Nini" "jangan terlalu dikerasin, nanti mati rasa" "gue ga pernah ada niat apapun buat bisa deket sama lo" "Nininya Letnan ayo senyum" "Nininya Letnan cuma punya Letnan" ••• 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗿𝗮𝗻𝗶 𝗛𝗮𝗻𝗴𝗴𝗶𝗻𝗶, hanya seorang gadis biasa yang menyimpan banyak luka dalam dirinya. Luka yang tak pernah sembuh, luka yang tak pernah hilang, luka yang selalu membekas di memorinya. Bahkan jejak luka itu masih ada di tubuhnya. "𝗛𝗮𝗻𝗴𝗴𝗶𝗻𝗶 𝗶𝘁𝘂, 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗴𝘂𝗲 𝘁𝗲𝗺𝘂𝗶" ucap Letnan seraya tersenyum menatap foto berbingkai putih yang tergantung jelas di dinding kamarnya. ⁣────────────────────────────⁣─────── ─ 𝘀𝘁𝗮𝗿𝘁 : 𝟐𝟓 𝙎𝙚𝙥𝙩𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧 𝟐𝟎𝟐𝟏
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Serpihan Kaca [COMPLETED]
  • FIZYA
  • DIA MATAHARI 2: I'M THE WINNER
  • ZEYA
  • Love Two Prince
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Bukan Sahabat [Completed✔️]
  • See My Crush (end)

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines