Let's Live On, Ri

Let's Live On, Ri

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 24, 2021
"Let's live on, Ri.. can you be mine?" Di sebuah ruangan sempit dengan satu pintu dan satu jendela. Kasur berukuran 90x200 dengan sprai hitam pekat berbalut cahaya yang minim. Aku memberanikan diri mengucapkan kalimat yang selama 6 tahun ku tahan di ujung lidah. Sore ini, akan ku pertanggungjawabkan apa yang sudah keluar dari bibirku. Meskipun mungkin ini akan berdampak pada pertemanan kita selama ini. Aku tidak perduli. Aku hanya ingin bicara. Mengutarakan apa yang ada dihatiku selama ini. Aku takut untuk kehilangannya. Aku tidak ingin dia dimiliki oleh orang lain. "Ri, I love you 1.825 days." Ku lihat 'Ri' yang ku kenal hanya diam sembari memainkan ponsel ditangannya. Ri sama sekali tidak berniat menjawab ucapanku sepatah katapun. Bahkan jika itu kata penolakan yang keluar dari bibir Ri, aku dapat menerimanya. Tapi Ri benar-benar diam. Ri tidak menatapku sedetik pun. Sedangkan aku, sama sekali tidak memalingkan pandangan ku untuk terus memandangi manik matanya. Hitam legam. Penuh misteri yang tidak bisa kupecahkan dengan logikaku. Berkat kejengkelanku. Aku sudah beranjak dari tempat duduk ku menjadi di depan nya. Hanya berjarak 30 cm dari tempat Ri duduk. Ku pandangi bibir Ri yang diam sejak tadi. 'cupp' Kupejamkan mataku ketika bibirku menempel tepat diatas bibir Ri. 3 detik setelahnya kulepaskan dan kubuka mataku. Ku lihat Ri terbelalak terkejut. Aku yang sadar dengan apa yang kulakukan kemudian berlari dari kamar kost miiik Ri. Amara mencium Ri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam
  • Arsyilazka
  • My Mr.gajeman (Lengkap Sudah)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Dear Fenly || Un1ty
  • CINTA YANG NYATA
  • Semu [Completed]
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • I Want To Make You Mine

[C O M P L E T E D]. "kamu berubah," katanya, matanya memancarkan sinar sedih. ada sesuatu yang aneh baginya, melihat ku berdiri didepannya dengan senyum angkuh. aku ingin tertawa dihadapannya, "memang," "kamu bukan yang aku kenal dulu," suaranya lirih. namun aku masih tersenyum. bersiap untuk menyakitinya, seperti dia menyakiti aku. lalu sebelum aku benar-benar pergi menjauh, aku menoleh, "pernah dengar patah hati mengubah segalanya?" • • • mungkin, suatu hari nanti kita berdua akan bertemu lagi. menyapa dalam suara pelan, berbincang sedikit. menoleh mengintip masa lalu, dan menyadari, dalam diam menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines