Januari

Januari

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 27, 2021
wanita yang terlahir di bulan Desember akhir ini menjadi sorotan siswa siswi di sekolahnya terutama Fika yang merupakan sahabat kecilnya yang kini menjadi musuh terburuknya. Bagaimana tidak? Keperawanannya berakhir karena kejadian yang disebabkan Fika, Tapi sahabatnya itu tak merasa bersalah sedikitpun atas apa yang telah dia perbuat dan berakibat fatal bagi Jani. Membuat jani tak percaya lagi pada siapapun dan dia begitu membenci yang namanya laki laki, berfikir semua laki laki adalah sama yang hanya bisa merusak wanita. konten dewasa 18+ bagi usia dibawah 17 dilarang keras untuk membaca. terimakasih😇
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • To Choose an Enemy (End)
  • Relationship or Friendship? (RoF)- Complete
  • Back For Me (Completed)
  • Nothing's Here
  • Cerita Ci(n)ta Sang Asdos ✔ (Segera Terbit)
  • Daniel Owns Me
  • DANKLAR
  • Shanin's Diary (Open Pre-Order)
  • Arion (End)
  • Padam Nelangsa

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido