Deep Talk

Deep Talk

  • WpView
    Reads 246
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 2, 2022
Hai. Sebenarnya, ini lebih cocok disebut sebagai jurnal dibanding karangan. tapi tidak apa. Disini aku hanya ingin menulis dengan tenang, semoga saja memang begitu. Ini akan mirip cerita harian, tapi tidak akan sepenuhnya. Sesekali, aku akan menyisipkan cerita pendek yang sering terimajinasikan di kepala. Aku sendiri berharap, ini tidak jadi membosankan. Selain itu, aku ingin dan akan belajar tentang bagaimana cara menghidupkan cerita. Aku hanya membagikan opini dan pandanganku mengenai berbagai hal yang terjadi di sekitar. (15th y/o) Semoga 'kalian' nyaman, Terimakasih. Menerima kritik & saran meskipun aku orang yang kaku.
All Rights Reserved
#21
kebenaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • DIARY SIKOCAK
  • Bad boy & Osis [END]✅
  • You Are Not Alone [ORINE] END
  • Bunda oline dan bayi tata
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • NOESIS [END]
  • between love and edelweiss [CHIKZEE] {END}~
  • Dominan Kita(On Going)
  • Difficult To Forget//kuroken
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines