Gowes di Punggung Naga

Gowes di Punggung Naga

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 23, 2021
Ini gowes untuk memuaskan rasa penasaran saya yang membuncah. Pasalnya, saya sudah lama absen gowes karena efek kebijakan PPKM. Rencana Gobar (Gowes Bareng) dengan temen-temen komunitas pencinta sepeda gunung tertunda-tunda. Ketika saya melihat postingan mereka di facebook, saya terkesima dengan trak dan pemandangannya. Lokasinya di atas punggung gunung. Meliuk-liuk seperti Naga yang diusung saat pertunjukan Gong Xi Fa Cai. Lokasinya tidak terlalu jauh. Relatif mudah dijangkau tanpa menggunakan jasa loading sepeda. Justru itu, membuat saya semakin penasaran saja. Gobar kali ini sungguh saya nanti-nantikan. pokoknya, harus pergi. begitu tekad saya muncul ketika melhat postingan mereka. Bagaimana keseruan kisahnya, simak cerita lengkapnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • 🍀 AKSAMALA (PondPhuwin) | ENDING
  • MODUS [Sudah Terbit]
  • Kiss Me Tonight
  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • NUNET
  • neng semok!

Duluuuuu, sewaktu masih kerja jadi konsultan pendidikan di daerah Jakpus, iseng-iseng saya bikin oret-oretan buat ngisi waktu. Semacem cerbung lah, alias cerita kaga nyambung. Inspirasinya dapet dari kolom "Asal Usul" Almarhum Kang Harry Roesli, dan Pakde Umar Kayam (almarhum juga) , yaitu "Mangan Ora Mangan Kumpul". Ada juga sih bumbu dari kolom :"Nah Ini Dia" POSKOTA, tapi cuman dikiiit, he he he. Dimulai kira-kira sebelas atau dua belas tahun yang lalu, putus nyambung, lalu vakum sampai pagi ini. Kenapa? Gak dapet inspirasi, sibuk cari makan, banyak pikiran, ngejar dunia padahal bohong, dan akhirnya kehilangan diri sendiri. Ataaauu, udah nggak patah hati lagi? Au ah gelap. Yang pasti, sisi kreatif dan romantis makin terkikis, tergilas roda jaman dan prioritas ekonomi. Berawal dari tadi malam, secara sengaja saya melewati jalan dan sudut-sudut tempat saya dulu pernah berdiri dan lewati. Ada yang hilang, terasa familiar sekaligus asing di saat bersamaan. Sambil bejek gas di kecepatan 80 km perjam, tiba-tiba datanglah inspirasi. Pokoknya nih oret-oret mau gua terusin lagi. Mau garing kek, mau maksa kek, bodo amat. "BECAUSE IT IS MY LEGACY" Karena hardisk bisa jebol, usb bisa corrupt, sekarang jamannya cloud, menn!! Belasan tahun lalu, tentu saja belum ada bbm, whatsapp, instagram, path, dan segala rupa media sosial yang bikin kita cupu dalam kehidupan nyata. Jangan heran kalo ada beberapa bagian yang terdengar jadul dan out of date, he he he. Inget, kalo anda menyangka bahwa ini adalah refleksi kehidupan nyata sang penulis atau orang lain, berarti itu pitnah belaka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines