Svarga | HIATUS

Svarga | HIATUS

  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, nov 5, 2021
WpInfo
Ficção
Ação e Suspense
JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN DENGAN FOLLOW DAN VOTE CERITA INI. Terimakasih "Aku tidak meminta banyak, cukup pahamilah alurnya." Begitulah kata yang di ucapkan wanita itu sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri di tengah lapang tandus yang diselimuti oleh kabut hitam. Senyuman itu masih terbayang di benakku. Dia tersenyum penuh arti kala itu. Apa kau tau bagaimana perasaanku? Tidak, aku tidak meminta kalian untuk mencoba berada diposisiku kala itu. Aku tidak meminta kalian untuk membandingkan pengalaman kalian denganku. Kau tak perlu membayangkannya, aku yakin ini tidak akan terbayangkan sama sekali. Kini aku sudah bebas, semuanya sudah lepas, wanita yang saat ini berada dipelukanku adalah penyelamatnya. Dia menarikku saat kabut kala itu akan menelanku. Memang di belakangku belum sepenuhnya aku lewatkan, terkadang aku menoleh untuk memperhatikannya. Namun wanita ini selalu membelai pipiku, dan membuatku kembali menoleh menatap cahaya cerah di depan.
Todos os Direitos Reservados
#256
gore
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Problem [REVISI]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • ALVIN (On Going)
  • Full Of Scratches
  • Secangkir Teh
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Dusk In Your Eyes
  • ''' REGRET AND HOPE ''' [ SELESAI, END]  Fajri Un1ty And Member Un1ty

[TAHAP REVISI] #3-silat 13/01/2020 #3-pshycopath 28/10/2019 #9-hancur 10/11/2019 #7-anisa 10/11/2019 #8-hancur 11/12/2019 #4-anisa 23/12/2019 #3-hancur 30/12/19 Pernah seseorang bertanya padaku "kenapa kamu tidak memperdulikan orang-orang disekitar mu?" Lalu aku menjawab "jika aku peduli dengan mereka, apakah mereka akan peduli padaku? Belum tentu kan?". Aku tidak peduli dengan mereka bukan karena aku jahat, namun karena aku sudah lelah menjadi orang baik yang selalu dilukai dan di sia-sia kan. Aku tidak akan pernah kembali kepada masa lalu ku yang telah membuatku seperti ini. Seseorang telah mengubah ku dari gadis ceria menjadi seorang yang dingin seperti es. Kemudian dia datang, memberi warna dalam hidupku, mengubah segalanya dan aku berharap dia tidak akan pernah berpikir untuk pergi seperti masa lalu ku. Masa lalu? Apa masa lalu ku? Seberapa kelam nya masa lalu ku itu? Ibaratkan saja kertas putih yang terkena tumpahan tinta hitam yang pekat, sekeras apapun seseorang membersihkan nya, dia tidak akan pernah kembali seperti semula, seperti itulah keadaan ku sekarang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo