Svarga | HIATUS

Svarga | HIATUS

  • WpView
    LETTURE 6
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, nov 5, 2021
JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN DENGAN FOLLOW DAN VOTE CERITA INI. Terimakasih "Aku tidak meminta banyak, cukup pahamilah alurnya." Begitulah kata yang di ucapkan wanita itu sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri di tengah lapang tandus yang diselimuti oleh kabut hitam. Senyuman itu masih terbayang di benakku. Dia tersenyum penuh arti kala itu. Apa kau tau bagaimana perasaanku? Tidak, aku tidak meminta kalian untuk mencoba berada diposisiku kala itu. Aku tidak meminta kalian untuk membandingkan pengalaman kalian denganku. Kau tak perlu membayangkannya, aku yakin ini tidak akan terbayangkan sama sekali. Kini aku sudah bebas, semuanya sudah lepas, wanita yang saat ini berada dipelukanku adalah penyelamatnya. Dia menarikku saat kabut kala itu akan menelanku. Memang di belakangku belum sepenuhnya aku lewatkan, terkadang aku menoleh untuk memperhatikannya. Namun wanita ini selalu membelai pipiku, dan membuatku kembali menoleh menatap cahaya cerah di depan.
Tutti i diritti riservati
#291
gore
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • ALVIN (On Going)
  • ''' REGRET AND HOPE ''' [ SELESAI, END]  Fajri Un1ty And Member Un1ty
  • Cinta Dua Hati [REVISI]
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • Rendra & Lila [END]
  • Full Of Scratches
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Dibalik Tawa

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti