AGALIA PULANG

AGALIA PULANG

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 24, 2021
Kemari dan duduk bersamaku. Akan aku ceritakan sebuah kisah tentang anak perempuan terakhir dari sebuah keluarga. Perempuan cantik pemilik surai malam, yang menyimpan rahasia kelam. Senyum cerahnya mampu menipu semua orang. Jiwanya kosong, menyisakan raga yang enggan meminta tolong. Namanya Agalia Zoya. Sesuai namanya, ia tak pernah istirahat dari kehidupan. Seolah semesta tidak mengizinkannya untuk menarik napas barang sejenak. Aku ingat pernah berjanji untuk selalu bersamanya. Tetapi, sekarang hanya aku yang berada di sini. Menyalahkan diri sendiri atas semua yang terjadi. Karena aku, gagal untuk melindunginya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • SHADOW
  • LAKSAXENA [END]
  • PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • Di Balik senyumanku
  • Being Aurora

Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines