Love 7

Love 7

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 14, 2021
Judul : Love 7 (Tujuh Sayang yang Begitu Berharga) Penulis : Komaliya Mustika Akan diterbitkan oleh : Penerbit Babad Bumi Blurb : "Harus mendapat izin semua saudaraku."--itulah yang Rara jadikan jawaban untuk setiap pernyataan cinta orang-orang kepadanya, termasuk Karl, teman lelaki yang akrab dengannya yang secara tiba-tiba menyatakan cinta. Pada saat kunjungan pertama Karl ke rumah Rara untuk meminta izin agar bisa berpacaran, dia berakhir dengan diseret keluar layaknya kucing. Tidak sampai di sana, ternyata Rara menolak perasaannya. Ingin menyesal, tapi terlanjur terbuai. Jadi, Karl memilih nekat berusaha untuk melakukan apa pun agar bisa memikat hati Rara, dan mendapat izin dari keenam saudara. Entah itu kesuksesan meraih apa yang diinginkan, atau harus merelakan apa yang menjadi harapan ... semua hal bisa saja terjadi.
All Rights Reserved
#20
jerry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Long Way Love
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • You Got It
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • RAGARA [ on going ]
  • Miss You, Lokatara!
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • [END] A Match Made in Chaos

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines