Story cover for OWN WORLD by warkopbarbie
OWN WORLD
  • WpView
    Прочтений 103
  • WpVote
    Голосов 58
  • WpPart
    Частей 2
  • WpView
    Прочтений 103
  • WpVote
    Голосов 58
  • WpPart
    Частей 2
В процессе, впервые опубликовано сент. 25, 2021
tersenyum menutupi luka yang seharusnya tidak perlu mereka lihat itu adalah caraku. Mereka tidak perlu tahu masalah yang kita alami karena manusia yang kuat tidak akan membagi kisah sedih dalam hidupnya pada orang lain,dan sebaliknya mereka akan membuat kisah sedih tersebut seolah olah menjadi kisah bahagia dalam hidup mereka maka dengan begitu seluruh dunia tidak akan pernah tahu bahwa sebenernya manusia itu adalah manusia yang hampir setengah hidupnya tidak merasakan kebahagiaan.
Все права сохранены
Подпишись, чтобы добавить OWN WORLD в свою библиотеку и получать обновления
или
#829ketulusan
Требования к контенту
Вам также может понравиться
Become an Extra or Main Character [END] от abcde_zzZZ
36 Части Завершенная история
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
Вам также может понравиться
Slide 1 of 10
Breathe cover
Become an Extra or Main Character [END] cover
Nayara [ TERBIT ] cover
𝙓𝘼𝘾𝙄𝙀𝙍𝙔𝘼 cover
I'm okay (END) cover
Apa Itu Cinta? (Completed) cover
Menyerah atau Bertahan? cover
Aku, Luka Dan Lupa cover
ON REMEMBERING cover
𝑾𝒉𝒆𝒓𝒆 𝑰𝒔 𝑴𝒚 𝑯𝒐𝒎𝒆?  cover

Breathe

59 Части Завершенная история

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-