Dalam Sunyi

Dalam Sunyi

  • WpView
    reads 47
  • WpVote
    Stemmen 2
  • WpPart
    Delen 3
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zon, okt. 3, 2021
Sebuah sajak bebas menyampaikan sesuatu pada point of Point. Semenjak itu terlihatlah seberkas sinar. Akan tetapi sinar itu segera pudar. Tumpukan berkas sebuah karya. Hilang Tiada Guna. Entah tidak membaca. Atau tidak bisa membaca. Buku-buku itu kini bertebaran diantara pembungkus di jalanan. Lebih murah dari kertas putih yang kosong. Tidak bisa di sucikan. Ataupun sekedar minta tolong.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • BERANDA GIRINDRA
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • SAJAK BERSAYAP
  • Sasmita Nivriti
  • Diam
  • Cinta Berbalut Puisi
  • ROMANSA KATA
  • Ungkapan Rasa
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa

Ini bukan sekadar cerita. Ini adalah ziarah sunyi seorang jiwa yang mencari jalan pulang-melalui luka, tanya, dan cahaya yang tak kasat mata. Ilham, tokoh utama, tidak sedang mencari dunia; ia sedang mencari dirinya sendiri yang tertinggal di balik doa-doa yang tak pernah selesai. Dalam surau sepi, pasar tua, dan mimpi-mimpi ganjil, ia bertemu para penjaga sunyi: perempuan buta penjual bunga, anak kecil pelukis langit, lelaki tua penjaga malam, hingga suara dari kitab yang tak pernah ditulis manusia. Semua membawa satu pesan: pulanglah, meski harus meniti luka dan menangis diam-diam di bawah langit yang tak selalu biru. Ditulis dengan bahasa yang puitik dan mistik, setiap bab adalah perjalanan batin, setiap dialog adalah jendela ke dalam jiwa. Jika kamu pernah merasa tersesat dalam hidup-mungkin hikayat ini sedang menunggu kamu membacanya.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen