Persephone (Hiatus)

Persephone (Hiatus)

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 26, 2021
[Cerita ini aku pending karena fokus tulis cerita "Surviving as a villain"] 18+ "Halo tuan putri," ucap seseorang dari arah jendela kamarku. Aku melirik secara perlahan karna takut, suara yang berat dan aura yang mencekam. "Kau?! Bagaimana bisa kau disini? Ini adalah kamar mandi. Kau sangat mesum!" ucapku pada seorang pria dekat jendela itu. "Aku hanya ingin melihatmu tuan putri," ucap Hades sambil melihat ke arah luar kamar. "Melihat? Maksudmu melihatku sedang mandi? Oh ternyata pewaris tahta kerajaan bawah itu sangatlah mesum ya," ucapku dengan nada sedikit menyindir. Dia lalu berbalik dan menatapku tajam, aku begitu kaget dan takut. Dia tersenyum dan mendekat. Yang penasaran, baca yuk Jangan lupa vote yaaa Kalo suka sama ceritaku, jangan lupa follow:3
All Rights Reserved
#19
olympus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Hai Om! Husband?!
  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • PARK JIMIN [End]
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • Eight Prince GoodLooking (End)
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • One Week Love 2 (Completed)
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • To My Dearest : Hades

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

More details
WpActionLinkContent Guidelines