Perginya Pelangi

Perginya Pelangi

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 7, 2022
BUDAYAKAN VOTE DI SETIAP CERITA. JANGAN SELALU MENJADI PEMBACA MISTERIUS. Klo saja Tuhan tdk hadirkan pertemuan antara aku dan dia, tdk akan terlibat persaan antara kami berdua. Dan tdk akan tertinggal rasa sakit karna perpisahan. Pasti tidak akan pilu pula persaan karna kerinduan. Jelas ini hanya karna sebuah ekspetasi. . . . . . ⬇️ PLAKKKKKK Tamparan itu mengenai pipi sebelah kanan Devan. "Bagaimana bisa kamu selingkuh dengan ular hitam sepertinya Dev? Are you sick? Or maybe you're crazy? Ckk mustahil." Ucapnya sarkas membuat Devan bungkam. "Kalian udah lakuin dimalam sebelumnya. Sekarang? Apa gak puas? reply me Devan," teriaknya murka Devan tidak bersuara, dia berusaha meraih tangan Retha namun nihil. Karna Retha sudah menepisnya deluan. "Emang yah. Kalo mau jadi orang ketiga gak perlu cantik, yang penting gatal," sindirnya menatap ke arah Gresya yang sedikit berjarak dengan mereka. Gresya tersenyum miring, dia tidak takut ketahuan oleh Retha, Karna merasa dirinya lebih senior. JGN LUPA VOTE AND KOMEN.
All Rights Reserved
#999
dendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • NADIRAEFAL
  • Sahabat Jadi Cinta [END]
  • DeKaNa (END)
  • The Perfect Boy
  • ALSTARAN [END]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • BarraKilla
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines