ASPHODEL

ASPHODEL

  • WpView
    مقروء 25
  • WpVote
    صوت 4
  • WpPart
    فصول 1
WpMetadataReadمكتمِلة اثنين, ينا ٢٤, ٢٠٢٢
Suara nyaring sirine mobil pengantar jenazah cukup untuk mengacaukan ketenangan desa kecilku. Entah siapa lagi yang meninggal hari ini. Seminggu ini setiap hari, setidaknya satu orang di desaku meninggal dunia. Kudengar pintu rumah diketuk cukup keras. Aneh, tak satu orang pun peduli dan beranjak membukanya. Aku berlari. Kubuka kunci pintu itu. Kulihat jelas seorang lelaki berdiri menunduk membelakangiku. Dia berbalik. Sorot matanya sayu. Tak sepatah kata pun kudengar dari bibir pucatnya.Mata jernihnya kali ini berkabut. Dielusnya puncak kepalaku, lembut. Diangkatnya wajah terkejutku. Ditatapnya mataku, dalam. Pandangan itu seolah saling mengobrak-abrik, lalu berikatan, erat. Diusapnya pipi bulatku perlahan. Dia tersenyum. Lega? Kulihat kabut di matanya mulai berpadu dan menumpuk. Membentuk genangan kecil di kedua sudut matanya. Dipeluknya diriku tiba-tiba. Dia masih diam, tak berucap barang sepatah. Dingin. Pundakku basah. Air mata? Mengapa Dia menangis?
جميع الحقوق محفوظة
#221
ss
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • - Skripsi | ft. Boboiboy Solar x Readers |
  • Àsphodel
  • SOUL HORROR  (True Love)
  • The Fate Of My Life (END)

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى