Rumah Singgah

Rumah Singgah

  • WpView
    Reads 398
  • WpVote
    Votes 199
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 14, 2021
* * Akan aku ceritakan bagaimana setangkai bunga tumbuh melalui kata-kata yang akan aku tulis. Tentang bagaimana bunga itu tumbuh kembali setelah terinjak-injak, dipatahkan bahkan dibuang oleh sang pemilik. "Edelweis, sang bunga abadi yang hidup direleng bebatuan. Mawar, bunga indah nan harum yang melindungi dirinya dengan duri-duri tajam. Maka, aku hanyalah bunga biasa yang mencoba untuk menjadi keduanya." -Zy Edelweiss. @goresanpena11_
All Rights Reserved
#8
edelweis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • promise❌idr
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • SUBSTITUTE (LURAH)
  • It's So Hurtful [END]
  • River Flows In U √
  • My Husband My Doctor | TAMAT
  • we'll be okay

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines