Seruni di Januari |Qian Kun ✅

Seruni di Januari |Qian Kun ✅

  • WpView
    Reads 389
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 22, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
[Completed] Januari yang keempat masih sama. Tentang matahari yang masih merayap di langit, aroma teh melati kesukaan kamu, juga jalan Braga yang penuh tawamu. Hanya saja bunga seruni di pelataran gudang tak ada lagi yang berjam-jam memandang. Kini sisanya hanya sepoi angin yang ikut menerbangkan bayangmu, Amara. "Mengapa harus seruni?" Kemudian kamu mengambil kertas note dan menulis dengan senyum seperti peri. Karena seruni Indah, Arga. Seperti kamu. Begitu tulisnya
All Rights Reserved
#14
kunwayv
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • To Nights {END} REVISI
  • Dandelion [Tamat]
  • ID7 Fanfic - Feather of Freedom [End]
  • Seana or Seano
  • HAPPINESS LOVE ♡ SUNKI End✓
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • That Feeling |Completed|

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines