BATAS
  • WpView
    Reads 16,308
  • WpVote
    Votes 2,265
  • WpPart
    Parts 91
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 10, 2024
"Ini bukan hanya tentang aku dan dia. Tapi tentang apa yang dia yakini dan apa yang aku takuti. Tentang batas yang tidak mungkin kami langkahi." . . . Sebagai perempuan Indonesia yang sudah memasuki fase quarter life crisis, tuntutan menikah sudah seperti bayangan yang selalu mengikutiku ke manapun aku pergi. Mencintai orang yang salah, sudah sering kulakukan. Membuang waktu untuk pacaran juga sudah kulewati bertahun-tahun lamanya. Sampai berada di tahap ini sekarang, aku benar-benar sudah lelah dan rasanya ingin sekali menyerah. Tapi, Universe seolah tengah bercanda, dengan mengirimkan seseorang ke dalam hidupku. Seorang laki-laki yang mendekati kesempurnaan, namun sayangnya kami terhalang batas yang begitu tinggi. Alih-alih untuk menantang diri sendiri, akhirnya aku tercebur ke dalam lubang gelap yang nyaris membutakan mataku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • PERBEDAAN
  • My Memories || ON GOING [ Hiatus ]
  • Restore Me | TAMAT✔
  • A high wall for us
  • SUJUD TERAKHIR DI UJUNG DO'A
  • Belum Siap
  • ngger adalah vandyku

" Aku tidak pernah memikirkan kehidupan percintaanku seperti apa yang akan aku jalani dimasa mendatang. Sebelumnya, aku pernah memiliki kisah cinta jauh sebelum aku mengenalmu. Yah.. kamu selalu membahasnya dan mengungkit wanita-wanita itu. Aku mungkin terlihat seperti pria brengsek yang selalu bermain dengan wanita. Asalkan kamu tahu Call, aku hanya sekali jatuh hati pada seorang wanita dan itu berlangsung tidak begitu lama. Aku mengerti rasanya patah hati karena kecewa. Aku tidak pernah membayangkan jika kamu hadir dalam hidupku. Sejak kamu bersamaku, aku selalu berpikir seperti apa aku dimatamu? Sudahkah aku menjadi satu-satunya orang yang selalu kamu pikirkan? Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta itu seperti sebuah bisikan melodi yang mengetarkan hati terasa indah dan mampu membuatmu bersenandung . Sekarang aku mulai merasakannya. Baiklah, kemungkinan terbesar yang aku alami saat ini adalah bahwa aku sudah diserang oleh harapan untuk benar-benar mendapatimu dalam pelukanku".

More details
WpActionLinkContent Guidelines