BATAS
  • WpView
    Reads 16,352
  • WpVote
    Votes 2,266
  • WpPart
    Parts 91
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 10, 2024
"Ini bukan hanya tentang aku dan dia. Tapi tentang apa yang dia yakini dan apa yang aku takuti. Tentang batas yang tidak mungkin kami langkahi." . . . Sebagai perempuan Indonesia yang sudah memasuki fase quarter life crisis, tuntutan menikah sudah seperti bayangan yang selalu mengikutiku ke manapun aku pergi. Mencintai orang yang salah, sudah sering kulakukan. Membuang waktu untuk pacaran juga sudah kulewati bertahun-tahun lamanya. Sampai berada di tahap ini sekarang, aku benar-benar sudah lelah dan rasanya ingin sekali menyerah. Tapi, Universe seolah tengah bercanda, dengan mengirimkan seseorang ke dalam hidupku. Seorang laki-laki yang mendekati kesempurnaan, namun sayangnya kami terhalang batas yang begitu tinggi. Alih-alih untuk menantang diri sendiri, akhirnya aku tercebur ke dalam lubang gelap yang nyaris membutakan mataku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Restore Me | TAMAT✔
  • A high wall for us
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • SUJUD TERAKHIR DI UJUNG DO'A
  • GOOD DADDY (REVISI)
  • He Buys Me ✔
  • ARSALESA [END]

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines