Lukisan Guan Attahrayahan

Lukisan Guan Attahrayahan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 27, 2021
Aku sendiri pun tak tahu apa yang aku rasakan selama ini, perasaan cinta kah atau mungkin perasaan ku sendiri. Aku tak pandai merangkai sebuah kata tapi aku pandai membuat sebuah keajaiban Hai aku Guan Attahrayahan sebenarnya aku baru masuk sekolah setelah homeschooling yang cukup lama tapi entah kenapa? Semua mata tertuju kepada saya. Hanya diam saja sih gatau juga kan mau ngapain. Tapi ada satu orang yang mengagetkan diriku kala masuk SMA Negeri. Ya benar dia Arsen tapi dia memanggilku dengan sebutan Senja kan aku binggung dong.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • APRIL
  • ARGLADIS
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Mengertilah sebernya aku mencintaimu
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • CINTA DIAM-DIAM
  • Pemuja Rahasia Keluar Kandang
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Langit dan Lukanya
  • Di Balik Nama Zella
APRIL

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"

More details
WpActionLinkContent Guidelines