Langit Sagara (HIATUS)

Langit Sagara (HIATUS)

  • WpView
    LETTURE 80
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 5
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mar 12, 2023
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Ini masih cerita yang sama tentang Langit dan Mentari, cuma gue ganti aja. Nggak ada apa-apa sih sebenernya, cuma ya... Pengen aja ganti, wkwkwk. Cus lanjut baca....... #18-masasekolah #14-masasekolah
Tutti i diritti riservati
#89
mentari
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Trauma
  • 7 JANJI DARI LANGIT
  • Marry Your Daughter (Selesai)
  • Bintang di Hati Langit (21 Bagian)
  • TWILIGHT WALK
Trauma

PERINGATAN KERAS‼️⚠️⚠️🔞🔞 BACAAN INI MENGANDUNG KATA KASAR, DAN PERILAKU YANG TIDAK PATUT DICONTOH ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Milla Mahendra Utami itu cantik, lugu, ceria, dan ramah, dirinya juga senang membantu hingga disukai banyak orang dan guru. Sedangkan Alan pradipta digantara dikenal nakal dan pembuat onar, entah itu bolos, merokok, atau bahkan bertarung membuatnya terkenal sampai ke sekolah lain di sekitar TRISATYA Bagaimana jika keduanya dijodohkan, milla yang akan ditinggal sendiri di indonesia oleh orang tuanya, dan alan yang dijodohkan karena perilaku buruknya yang memprihatinkan. Dimata milla yang selama ini sudah sangat hafal dengan segala gombalan dan ucapan manis dari para pria yang mendekatinya, alan merupakan sesuatu yang baru, lelaki itu sukses membahayakan jantungnya, membolak balikan hatinya dan merebut perasaannya. Alan itu tenang dan selalu memperlakukan milla dengan baik, tapi hanya sebatas itu, lelaki itu seakan menyembunyikan sesuatu darinya, yang entah apa itu. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Milla terdiam melihat tubuh alan yang kini berdiri tegak. wajah itu tidak menunjukan ekspresi apapun dengan mata yang memandang dingin tubuh pingsan berlumuran darah korbannya Bukannya kesombongan atau kemarahan yang milla lihat disana, mata dingin itu justru menyiratkan kesedihan, tubuh tegak itu justru seakan mengatakan dirinya kesepian.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti