Belajar
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 27, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"Pak, buka dong pak!" Melas seorang gadis muda yang meminta untuk dibukakan pintu gerbang sekolahnya. Seteptia biasanya dia selalu terlambat datang pagi kesekolah. Dia adalah Syafira. Syafira memang ratunya terlambat datang ke sekolah. hingga dia sudah kenal dekat dengan pak satpam dan ibu BP. "Kenapa telat lagi raa ?" Tanya Guru BP menggemparkan suasana hening ruang BP "Maaf Buu.. Saya Lupa, saya kira hari ini masih hari Minggu." Syafira beralasan. "Syafira Janji gak akan telat lagi Bu, maaf ..” Ucap Syafira dengan wajah memelas kemudian menunduk. “Sebenarnya apa yang terjadi nak, Boleh Fira Ceritakan sama ibu.” Lembut sang guru BP sambil menatap dengan penuh simpati. “saya pulang sekolah langsung cari uang Bu, untuk keluarga saya. Karena, Ayah saya sedang sakit. Jadi saya yang gantiin bapak.” “Ibumu?” “Ibu saya sedang hamil besar Bu,” “Ibu sangat mengerti keadaan Fira.. baiklah kalau begitu Fira lebih cermat ya menata waktu Fira karena Fira juga butuh waktu istirahat dan waktu belajar di sekolah juga.  Agar Fira fokus saat belajar.” “Baik Bu.” Fira menjawab pelan. Kemudian Fira dipersilahkan keluar ruangan dengan membawa fillet ikan yang di berikan guru BP karena suara perut Syafira yang terus bersuara saat diskusi bersama guru BP. Begitulah hidup harus belajar memahami agar mengerti di 2 sisi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Forever Friends ( End )
  • AIRA [On Going]
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • SEPUCUK SURAT CINTA
  • RION IS MY MANTAN!
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • F A K E ? [End]
  • Sweet Combat
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)

Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#

More details
WpActionLinkContent Guidelines