My Favorite Professor

My Favorite Professor

  • WpView
    Membaca 2,813,028
  • WpVote
    Vote 33,751
  • WpPart
    Bab 40
WpMetadataReadDewasaLengkap Jum, Feb 4, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
(21+) Not For Kids under 18+ Bijaklah memilih bacaan - Bacaan banyak mengandung unsur 21+ disertai GIF 21+ - Gap Year 10years Maya seorang perempuan berusia 19 tahun yg akhirnya bisa keluar dari rumah orang tuanya untuk kuliah di kampus idaman. Mendapat kan kehidupan yang bebas tanpa dikte dan doktrin orang tuanya adalah impian Maya. Menjalani kehidupan baru yang asing bukanlah masalah baginya, merantau dari Indonesia ke negeri Ratu Elizabeth adalah salah satu impiannya. Menjalin asmara adalah salah satu hal yg tidak akan Maya tolak, tentu saja. Tetapi siapa sangka, langkahnya yg terlalu jauh membawa kepada sesuatu yg dia idamkan dari kecil walau tampak mustahil tapi ternyata terjadi Maya seorang gadis yg aktif, pintar dan pandai bersosialisasi membuatnya mampu beradaptasi di segala kalangan umur maupun ekonomi, hal ini lah yang sangat membantunya tumbuh dan berkembang Namun siapa sangka, aura Maya dapat memikat salah satu Dosen yang mengajar di kelasnya, tentu dengan permainan psikologi yg sangat Maya kuasai, mengambil hati seseorang bukanlah hal susah baginya.. Lalu bagaimana kah langkah langkah Maya dapat di respon oleh sang Professor?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sugar Baby Milik Pak Dosen
  • SUGARBABY
  • Hey, Briselle
  • My Sugar Daddy(END)
  • Rahasia CEO Seksi [END]
  • Putih & Abu-abu
  •  SEETHE - Never care who's her, just know that you loved me, Sir.

WARNING 21+ ONLY! "Saya mohon pak, saya akan lakukan apa saja. Saya benar-benar membutuhkan uang tersebut." Gadis berusia 20 tahun itu bersimpuh di atas lantai dengan kedua tangan yang menyatu di depan dadanya. Wajahnya memelas penuh permohonan segera karena biaya rumah sakit tempat di mana ibunya dirawat kini tidak bisa lagi menunggu. "Ishany Nur Celia." Gadis itu menelan ludahnya yang terasa pahit, memberanikan diri untuk menatap mata hitam yang seperti ingin menelannya hidup-hidup. "Sa-saya mohon, pak.." Dia kembali terisak putus asa. Ishany memejamkan mata, air matanya lolos berikut dengan harga dirinya yang ikut merosot jatuh ke tanah. Demi ibunya, Ishany harus mau berkorban.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan